Rabu, 22 Juni 2016

Analisi Jurnal 1

Analisis Jurnal 1
Topik/Tema                 : Informasi Akuntansi
Judul                           : Kualitas Informasi Akuntansi Pra dan Pasca Adopsi IFRS
Nama Penulis/Peneliti : Lusiana Rahmawati dan Henny Murtini
Ringkasan                   :
            Informasi akuntansi yang berkualitas adalah informasi yang memenuhi karakteristik kualitas informasi akuntansi yaitu relevansi, reliability, komparabilitas dan konsistensi (Kieso dan Weigandt, 2007:37). Indonesia mengadopsi IFRS pada tahun 2012. Adopsi IFRS ini merupakan salah satu upaya Indonesia untuk membuka peluang pasar modal internasional. Adapun manfaat yang diperoleh dari adopsi IFRS diantaranya adalah memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara Internasional, meningkatkan arus investasi global melalui transparansi, menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global, menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan. Pengadopsian IFRS di Indonesia mengalami berbagai kendala salah satunya yaitu kurang siapnya infrastruktur sseperti DSAK sebagai Financial Accounting Standar Setter. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010-2013. Perusahaan yang dipilih merupakan entitas dengan akuntanbilitas signifikan yang diwajibkan menggunakan PSAK-IFRS dalam penyusunan laporan keuangan. Sampel dari penelitian ini adalah perusahaan manufaktur terdaftar di BEI yang memenuhi kriteria purposive sampling sehingga didapat sampel sejumlah 152 dari perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun yang diteliti, sehingga diperoleh 148 observasi. Variabel yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya manajemen laba (Earnings Management) dan Relevansi Nilai. Data yang digunakan dalam penelitian ini data sekunder berupa laporan tahunan dari tahun 2010-2013 dan harga saham bulanan dalam laporan statistic bulan maret dari tahun 2011-2014 karena data yang digunakan adalah per maret tahu t+1. Metode analisis yang digunakan pada uji t sampel berpasangan (paired-sample t test), uji ini digunakan untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan pada besarnya manajemen laba antara periode sebelum dan sesudah adopsi IFRS dan uji ini dilakukan terhadap manajemen laba yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok sampel sebelum adopsi tahun 2010-2011 dan kelompok sesudah adopsi terdiri dari tahun 2012-2013. Sedangkan uji Chow (chow test) dilakukan untuk uji variabel relevansi nilai. Dari hasil penelitian yaitu uji hipotesis pertama pada paired-sample t test didapat hasil nilai t sebesar 0,606 , nilai tersebut lebih besar dari 0,05 sehingga Ha ditolak  yang menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara manajemen laba sebelum dan sesudah adopsi IFRS. Hipotesis tersebut ditolak mungkin karna penerapan fair value ang seharusna dapat mengurangi manajemen laba mengalami kendala yaitu ketidaksingkronan peraturan pajak mengenai revaluasi. Sedangkan untuk hasil uji chow didapat nilai r2 meningkat sangat kecil yaitu 0,781 menjadi 0,782. Pada hasil penelitian tersebut menunjukkan koefisien laba bersih per saham meningkat setelah adopsi IFRS dari 0,579 menjadi 0,591. Koefisien nilai buku per saham meningkat setelah adopsi IFRS dari 0,282 menjadi 0,346. Residual yang dimasukkan ke dalam rumus uji chow menghasilkan F hitung -1,967 sedangkan F tabelnya 2,43. F hitung lebih kecil daripada F tabel sehingga hipotesis kedua ditolak. Walaupun secara parsial maupun simultan terjadi peningkatan, namun uji chow menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan secara signifikan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa peningkatan relevansi secara parsial maupun simultan tidak mampu memberikan efek perbedaan signifikan paa relevansi setelah adopsi IFRS. Penigkatan manajemen laba setelah adopsi IFRS baik secara simultan maupun parsial tidak menyebabkan terjadinya perbedaan yang signifikan antara manajemen laba pra dan pasca adopsi IFRS, begitu juga dengan relevansi setelah adopsi IFRS baik simultan ataupun parsial tidak menyebabkan terjadinya perbedaan yang signifikan antara relevansi pra dan pasca adopsi IFRS.

Sumber : Lusiana Rahmawati dan Henny Murtini. Kualitas Informasi Akuntansi Pra dan Pasca Adopsi IFRS. Accounting Analysis Journal 4 (2) (2015). Universitas Negeri Semarang

Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional
                                                   Nama               : F. Rianawati
                                                   Dosen              : Jessica B, S.E., Mmsi

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar