Analisis
Jurnal 1
Topik/Tema : Informasi Akuntansi
Judul : Kualitas Informasi
Akuntansi Pra dan Pasca Adopsi IFRS
Nama Penulis/Peneliti : Lusiana Rahmawati dan Henny Murtini
Ringkasan :
Informasi akuntansi yang berkualitas
adalah informasi yang memenuhi karakteristik kualitas informasi akuntansi yaitu
relevansi, reliability, komparabilitas dan konsistensi (Kieso dan Weigandt,
2007:37). Indonesia mengadopsi IFRS pada tahun 2012. Adopsi IFRS ini merupakan
salah satu upaya Indonesia untuk membuka peluang pasar modal internasional.
Adapun manfaat yang diperoleh dari adopsi IFRS diantaranya adalah memudahkan
pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal
secara Internasional, meningkatkan arus investasi global melalui transparansi,
menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global, menciptakan
efisiensi penyusunan laporan keuangan. Pengadopsian IFRS di Indonesia mengalami
berbagai kendala salah satunya yaitu kurang siapnya infrastruktur sseperti DSAK
sebagai Financial Accounting Standar
Setter. Populasi penelitian ini adalah seluruh perusahaan yang terdaftar di
Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2010-2013. Perusahaan yang dipilih
merupakan entitas dengan akuntanbilitas signifikan yang diwajibkan menggunakan
PSAK-IFRS dalam penyusunan laporan keuangan. Sampel dari penelitian ini adalah
perusahaan manufaktur terdaftar di BEI yang memenuhi kriteria purposive sampling sehingga didapat
sampel sejumlah 152 dari perusahaan yang terdaftar di BEI selama tahun yang
diteliti, sehingga diperoleh 148 observasi. Variabel yang digunakan dalam
penelitian ini diantaranya manajemen laba (Earnings
Management) dan Relevansi Nilai. Data yang digunakan dalam penelitian ini data
sekunder berupa laporan tahunan dari tahun 2010-2013 dan harga saham bulanan
dalam laporan statistic bulan maret dari tahun 2011-2014 karena data yang
digunakan adalah per maret tahu t+1. Metode analisis yang digunakan pada uji t
sampel berpasangan (paired-sample t test),
uji ini digunakan untuk menguji ada atau tidaknya perbedaan pada besarnya
manajemen laba antara periode sebelum dan sesudah adopsi IFRS dan uji ini
dilakukan terhadap manajemen laba yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok
sampel sebelum adopsi tahun 2010-2011 dan kelompok sesudah adopsi terdiri dari
tahun 2012-2013. Sedangkan uji Chow (chow
test) dilakukan untuk uji variabel relevansi nilai. Dari hasil penelitian
yaitu uji hipotesis pertama pada paired-sample
t test didapat hasil nilai t sebesar 0,606 , nilai tersebut lebih besar
dari 0,05 sehingga Ha ditolak yang
menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara manajemen laba sebelum
dan sesudah adopsi IFRS. Hipotesis tersebut ditolak mungkin karna penerapan fair value ang seharusna dapat
mengurangi manajemen laba mengalami kendala yaitu ketidaksingkronan peraturan
pajak mengenai revaluasi. Sedangkan untuk hasil uji chow didapat nilai r2 meningkat
sangat kecil yaitu 0,781 menjadi 0,782. Pada hasil penelitian tersebut
menunjukkan koefisien laba bersih per saham meningkat setelah adopsi IFRS dari
0,579 menjadi 0,591. Koefisien nilai buku per saham meningkat setelah adopsi
IFRS dari 0,282 menjadi 0,346. Residual yang dimasukkan ke dalam rumus uji chow
menghasilkan F hitung -1,967 sedangkan F tabelnya 2,43. F hitung lebih kecil
daripada F tabel sehingga hipotesis kedua ditolak. Walaupun secara parsial
maupun simultan terjadi peningkatan, namun uji chow menunjukkan bahwa tidak
terdapat perbedaan secara signifikan. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa
peningkatan relevansi secara parsial maupun simultan tidak mampu memberikan
efek perbedaan signifikan paa relevansi setelah adopsi IFRS. Penigkatan
manajemen laba setelah adopsi IFRS baik secara simultan maupun parsial tidak
menyebabkan terjadinya perbedaan yang signifikan antara manajemen laba pra dan
pasca adopsi IFRS, begitu juga dengan relevansi setelah adopsi IFRS baik
simultan ataupun parsial tidak menyebabkan terjadinya perbedaan yang signifikan
antara relevansi pra dan pasca adopsi IFRS.
Sumber
: Lusiana Rahmawati dan Henny Murtini. Kualitas
Informasi Akuntansi Pra dan Pasca Adopsi IFRS. Accounting Analysis Journal
4 (2) (2015). Universitas Negeri Semarang
Tulisan
Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi
Internasional
Nama : F. Rianawati
Dosen : Jessica B, S.E., Mmsi
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar