Analisis
Jurnal 3
Topik/Tema :
Pengaruh Tingkat Kecerdasan dan Pengalaman Audit Terhadap Kesiapan Auditor
Dalam Menghadapi AFTA 2015 (Studi Empiris Pada Auditor Di Kantor Akuntan Publik
Provinsi Bali)
Nama Penulis/Peneliti : I Gusti Agung Krisna Lestari, I Made Sadha Suardikha, dan Ni Made
Dwi Ratnadi
Ringkasan :
Asean Free Trade Area (AFTA)
adalah suatu organisasi penting yang tidak bisa terlepas dari kegiatan ASEAN
Economic Community (AEC). Indonesia
sebagai salah satu negara yang menyetujui AFTA, akan segera memasuki era
perdagangan bebas, sehingga Indonesia akan bersaing dengan negara-negara ASEAN
lainnya.
Akuntan di Indonesia masih kalah jika dilihat dari segi kuantitas, apabila dibandingkan dengan akuntan negara tetangga. Sebanyak 17.649
jumlah anggota Ikatan Akuntan
Indonesia (IAI) yang dipublikasikan dalam laporan terbarunya. Tingkat
kecerdasan auditor dalam memahami IFRS tentu menjadi salah satu tolak ukur
kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015. Untuk menghadapi AFTA 2015 seorang
auditor harus meningkatkan kualitas, kuantitas dan kemampuan dalam
berkomunikasi dengan bahasa asing. Populasi yang digunakan dalampenelitian ini
adalah Kantor Akuntan Publik terdaftar di Provinsi Bali. Daftar KAP terdaftar
di Provinsi Bali. Metode pengambilan sampel
dilakukan dengan teknik Nonprobability sampling yakni sampling jenuh, dimana dalam hal ini semua anggota populasi
dijadikan sampel. Penyebaran kuesioner dalam bentuk pernyataan tertulis
menggunakan Skala Likert 4 poin, Bali memiliki 9 KAP yang terdaftar pada Ikatan
Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Variabel yang digunakan adalah tingkat
kecerdasan dan pengalaman auditor dan kesiapan auditor dalam menghadpai AFTA
2015. Penelitian ini menggunakan Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai teknik analisis
data dalam penelitian ini. pengujian instrument dilakukan sebelum uji regresi,
kemudian uji asumsi klasik yang terdiri atas uji normalitas dilakukan, serta
uji heteroskedastisitas. Hasil penelitian didapat keseluruhan jumlah auditor
KAP di Bali pada tahun 2015 adalah 98
orang, namun ketika disaring lagi diperoleh total sampel penelitian yang
digunakan berjumlah 75 auditor. Dari hasil karakteristik responden menunjukkan
bahwa sebanyak 52 orang (83,87 %)
auditor di Bali berusia < 30 tahun dan jenis kelamin auditor di Bali
sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 32
orang (51,61 %). Tingkat pendidikan auditor di Bali sebagian besar adalah
lulusan S1 dengan persentase sebanyak 38 orang (61,29 %), dan sebanyak 42 orang
(67,74 %) auditor di Bali bekerja sebagai auditor paling lama sekitar 1-3
tahun. Dari hasil statistic deskriptif diperoleh dimana hasil cenderung
mendekati nilai max, yang berarti sebagian besar jawaban responden mengenai
variabel pengalaman audit adalah setuju. Peneliti melakukan uji validitas dan
reliabilitas instrumen sehingga penelitian ini mampu
menghasilkan penelitian yang valid dan juga reliable, guna menguji instrumen
yang ada
pada penelitian ini. hasil pengujian yang menunjukkan seluruh nilai koefisien korelasi pada
instrumen ini bernilai lebih besar dari 0,3, sehingga instrumen penelitian ini
dapat dikatakan valid. Pada hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa
koefisien tolerence pada variabel tingkat kecerdasan adalah 0,822, lebih besar daripada 0,1 dan VIF adalah 1,216 lebih kecil daripada 10.
Hasil diatas menunjukkan bahwa tidak adanya gejala multikolinear pada variabel
tingkat kecerdasan serta pengalaman audit pada penelitian ini. Sedangkan hasil uji Heteroskedastisitas
diperoleh hasil uji glejser pada penelitian ini, diketahui bahwa penelitian ini
bebas dari indikasi heteroskedastisitas karena tidak terdapat nilai absolute
residual variabel bebas yang memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel
terikat. Berdasarkan hasil uji regresi liner berganda, besarnya nilai Adjusted
R Square 0,522 menunjukkan bahwa 52,2% variabel dependen kesiapan auditor
dalam menghadapi AFTA 2015 dapat dijelaskan oleh variabel independen tingkat
kecerdasan dan pengalaman audit. Sisanya sebesar 47,8% dijelaskan oleh variabel-variabel
lain yang tidak dilibatkan ke dalam model penelitian ini. Nilai standard
error of the estimate (SEE) menunjukkan nilai sebesar 2,66313, berarti
semakin kecil nilai SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam
memprediksi variabel dependen. Hasil uji statistic t diperoleh nilai konstantas
sebesar 16,807 mengandung arti jika tingkat pemahaman IFRS dan pengalaman audit
dianggap konstan pada angka 0 (nol), maka nilai terhadap kesiapan auditor dalam
menghadapi AFTA 2015 (Y) sebesar 16,807. Sedangkan untuk tingkat pemahaman IFRS
(X1) meningkat sebesar 0,376, maka akan mengakibatkan peningkatan
pada kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015 (Y). Sedangkan untuk
pengalaman audit (X2) meningkat sebesar 0,809, maka akan
mengakibatkan peningkatan pada kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015 (Y).
sedangkan Nilai signifikansi uji t menunjukkan bahwa variabel tingkat
kecerdasan memiliki nilai koefisien positif 4,664 dengan tingkat signifikansi
0,000 lebih kecil dari tingkat signifikansi a=5% atau 0,05. Hasil ini
menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan Berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015. Nilai signifikansi uji t
variabel pengalaman audit memiliki nilai berpengaruh positif 4,238 dengan
tingkat signifikansi 0,000. Hasil pengujian hipotesis satu (H1) diterima, yakni tingkat kecerdasan
berpengaruh pada kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015. Hal ini
mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan seorang auditor dalam
memahami IFRS maka akan cenderung semakin tinggi kesiapan yang ia miliki untuk
menghadapi AFTA 2015. Hasil pengujian hipotesis dua (H2) diterima, yakni
pengalaman audit berpengaruh pada kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015.
Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak atau semakin lama pengalaman
seorang auditor maka cenderung semakin siap auditor tersebut dalam menghadapi AFTA 2015.
Sumber : I gusti Agung Krisna Lestari, I
made Sadha Suardikha, Ni Made Dwi Ratnadi. 2016. Pengaruh Tingkat Kecerdasan Dan Pengalaman Audit Terhadap Kesiapan
Auditor Dalam Menghadapi AFTA 2015 (Studi Empiris pada Auditor di Kantor
Akuntan Publik Provinsi Bali). E-jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana
5.5 (2016). Universitas Udayana. Bali.
Tulisan
Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi
Internasional
Nama : F. Rianawati
Dosen : Jessica B, S.E., Mmsi.
UNIVERSITAS
GUNADARMA
FAKULTAS
EKONOMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar