Rabu, 22 Juni 2016

Analisis Jurnal 3

Analisis Jurnal 3
Topik/Tema                 : Pengaruh Tingkat Kecerdasan dan Pengalaman Audit Terhadap Kesiapan Auditor Dalam Menghadapi AFTA 2015 (Studi Empiris Pada Auditor Di Kantor Akuntan Publik Provinsi Bali)
Nama Penulis/Peneliti : I Gusti Agung Krisna Lestari, I Made Sadha Suardikha, dan Ni Made Dwi Ratnadi
Ringkasan                   :
            Asean Free Trade Area (AFTA) adalah suatu organisasi penting yang tidak bisa terlepas dari kegiatan ASEAN Economic Community (AEC).  Indonesia sebagai salah satu negara yang menyetujui AFTA, akan segera memasuki era perdagangan bebas, sehingga Indonesia akan bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya. Akuntan di Indonesia masih kalah jika dilihat dari segi kuantitas, apabila  dibandingkan dengan akuntan negara tetangga. Sebanyak 17.649 jumlah anggota Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) yang dipublikasikan dalam laporan terbarunya. Tingkat kecerdasan auditor dalam memahami IFRS tentu menjadi salah satu tolak ukur kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015. Untuk menghadapi AFTA 2015 seorang auditor harus meningkatkan kualitas, kuantitas dan kemampuan dalam berkomunikasi dengan bahasa asing. Populasi yang digunakan dalampenelitian ini adalah Kantor Akuntan Publik terdaftar di Provinsi Bali. Daftar KAP terdaftar di Provinsi Bali. Metode pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Nonprobability sampling yakni sampling jenuh, dimana dalam hal ini semua anggota populasi dijadikan sampel. Penyebaran kuesioner dalam bentuk pernyataan tertulis menggunakan Skala Likert 4 poin, Bali memiliki 9 KAP yang terdaftar pada Ikatan Akuntan Publik Indonesia (IAPI). Variabel yang digunakan adalah tingkat kecerdasan dan pengalaman auditor dan kesiapan auditor dalam menghadpai AFTA 2015. Penelitian ini menggunakan Analisis regresi linier berganda digunakan sebagai teknik analisis data dalam penelitian ini. pengujian instrument dilakukan sebelum uji regresi, kemudian uji asumsi klasik yang terdiri atas uji normalitas dilakukan, serta uji heteroskedastisitas. Hasil penelitian didapat keseluruhan jumlah auditor KAP di Bali pada tahun 2015 adalah  98 orang, namun ketika disaring lagi diperoleh total sampel penelitian yang digunakan berjumlah 75 auditor. Dari hasil karakteristik responden menunjukkan bahwa  sebanyak 52 orang (83,87 %) auditor di Bali berusia < 30 tahun dan jenis kelamin auditor di Bali sebagian besar adalah laki-laki sebanyak 32 orang (51,61 %). Tingkat pendidikan auditor di Bali sebagian besar adalah lulusan S1 dengan persentase sebanyak 38 orang (61,29 %), dan sebanyak 42 orang (67,74 %) auditor di Bali bekerja sebagai auditor paling lama sekitar 1-3 tahun. Dari hasil statistic deskriptif diperoleh dimana hasil cenderung mendekati nilai max, yang berarti sebagian besar jawaban responden mengenai variabel pengalaman audit adalah setuju. Peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas instrumen sehingga penelitian ini mampu menghasilkan penelitian yang valid dan juga reliable, guna menguji instrumen yang  ada  pada penelitian ini. hasil pengujian yang  menunjukkan seluruh nilai koefisien korelasi pada instrumen ini bernilai lebih besar dari 0,3, sehingga instrumen penelitian ini dapat dikatakan valid. Pada hasil uji multikolinearitas menunjukkan bahwa koefisien tolerence pada variabel tingkat kecerdasan adalah  0,822, lebih besar daripada 0,1 dan VIF adalah 1,216 lebih kecil daripada 10. Hasil diatas menunjukkan bahwa tidak adanya gejala multikolinear pada variabel tingkat kecerdasan serta pengalaman audit pada penelitian ini.  Sedangkan hasil uji Heteroskedastisitas diperoleh hasil uji glejser pada penelitian ini, diketahui bahwa penelitian ini bebas dari indikasi heteroskedastisitas karena tidak terdapat nilai absolute residual variabel bebas yang memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel terikat. Berdasarkan hasil uji regresi liner berganda, besarnya nilai Adjusted R Square 0,522 menunjukkan bahwa 52,2% variabel dependen kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015 dapat dijelaskan oleh variabel independen tingkat kecerdasan dan pengalaman audit. Sisanya sebesar 47,8% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak dilibatkan ke dalam model penelitian ini. Nilai standard error of the estimate (SEE) menunjukkan nilai sebesar 2,66313, berarti semakin kecil nilai SEE akan membuat model regresi semakin tepat dalam memprediksi variabel dependen. Hasil uji statistic t diperoleh nilai konstantas sebesar 16,807 mengandung arti jika tingkat pemahaman IFRS dan pengalaman audit dianggap konstan pada angka 0 (nol), maka nilai terhadap kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015 (Y) sebesar 16,807. Sedangkan untuk tingkat pemahaman IFRS (X1) meningkat sebesar 0,376, maka akan mengakibatkan peningkatan pada kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015 (Y). Sedangkan untuk pengalaman audit (X2) meningkat sebesar 0,809, maka akan mengakibatkan peningkatan pada kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015 (Y). sedangkan Nilai signifikansi uji t menunjukkan bahwa variabel tingkat kecerdasan memiliki nilai koefisien positif 4,664 dengan tingkat signifikansi 0,000 lebih kecil dari tingkat signifikansi a=5% atau 0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa tingkat kecerdasan Berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015. Nilai signifikansi uji t variabel pengalaman audit memiliki nilai berpengaruh positif 4,238 dengan tingkat signifikansi 0,000. Hasil pengujian hipotesis satu (H1)  diterima, yakni tingkat kecerdasan berpengaruh pada kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin tinggi tingkat kecerdasan seorang auditor dalam memahami IFRS maka akan cenderung semakin tinggi kesiapan yang ia miliki untuk menghadapi AFTA 2015. Hasil pengujian hipotesis dua (H2) diterima, yakni pengalaman audit berpengaruh pada kesiapan auditor dalam menghadapi AFTA 2015. Hal ini mengindikasikan bahwa semakin banyak atau semakin lama pengalaman seorang auditor maka cenderung semakin siap auditor tersebut  dalam menghadapi AFTA 2015.

Sumber : I gusti Agung Krisna Lestari, I made Sadha Suardikha, Ni Made Dwi Ratnadi. 2016. Pengaruh Tingkat Kecerdasan Dan Pengalaman Audit Terhadap Kesiapan Auditor Dalam Menghadapi AFTA 2015 (Studi Empiris pada Auditor di Kantor Akuntan Publik Provinsi Bali). E-jurnal Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana 5.5 (2016). Universitas Udayana. Bali.

Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional

                                   Nama          : F. Rianawati
                                   Dosen         : Jessica B, S.E., Mmsi.

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar