Motivasi Kerja Mahasiswa Jurusan Akuntansi Setelah Mempelajari
Bidang-Bidang Akuntansi
Perkembangan zaman menuntut lulusan
sarjana yang lebih berkualitas, mahasiswa dituntut memiliki kemampuan (skill)
dan pengetahuan (knowledge) yang lebih dalam dunia kerja. Tidak
hanya Kemampuan dan pengetahuan yang dibutuhkan juga bergantung pada karir atau
profesi yang akan dipilih, namun juga sangat diperlukan untuk meningkatkan
potensi diri dengan penguasaan beberapa keterampilan seperti keterampilan
berbahasa asning dan penguasaan teknologi seperti komputer. Salah satu karir
yang membutuhkan kemampuan dan pengetahuan lebih tersebut adalah karir dalam bidang
akuntansi. Karir dalam bidang akuntansi cukup luas antara lain akuntan publik,
akuntan perusahaan, akuntan pendidik dan akuntan pemerintah. (Setiawan2012).
Sarjana akuntansi paling tidak mempunyai tiga alternatif langkah yang dapat
ditempuh. Pertama, setelah menyelesaikan pendidikan ekonomi jurusan akuntansi,
seseorang dapat langsung bekerja. Kedua, melanjutkan pendidikan akademik
jenjang Strata-2. Ketiga, melanjutkan pendidikan profesi untuk menjadi akuntan
publik. Ditinjau secara umum (objektif), karir dipandang sebagai suatu
urutan-urutan posisi yang diduduki oleh seseorang selama jangka waktu hidupnya,
sedangkan ditinjau dari sudut pandang subjektif karir dipandang sebagai perubahan
– perubahan dalam nilai, sikap dan motivasi yang terjadi karena seseorang
menjadi tua (Eva Wany, 2011). Karir merupakan suatu akumulasi dan pengetahuan yang
tertanam pada skill,expertise, dan jaringan hubungan kerja yang lebih
luas. pemilihan karir mahasiswa akuntansi ditentukan oleh pengharapan akan karir yang akan mereka pilih apakah karir
tersebut dianggap dapat memenuhi
kebutuhan individu mereka dan apakah karir tersebut mempunyai daya tarik
bagi mereka. Misalnya apakah karir
tersebut dapat memberikan imbalan organisasi
yang layak seperti bonus, kenaikan penghargaan finansial/ gaji atau
promosi. Dengan kata lain mahasiswa mempunyai pengharapan terhadap karir yang
dipilihnya ini dapat memberikan apa yang
mereka inginkan ditinjau dari faktor-faktor nilai intrinsic pekerjaan,
penghargaan finansial/ gaji, pelatihan
profesional, pengakuan profesional,
nilai
sosial, lingkungan kerja, pertimbangan
pasar kerja dan personalitas. Tujuan seseorang belajar di perguruan
tinggi atau universitas bukan lagi hanya untuk mencari ilmu, akan tetapi
setelah lulus dari perguruan tnggi nantinya seseorang tersebut mendapat
pekerjaan yang layak sesuai dengan yang diharapkan atau dicita-citakan. Banyak
perguruan tinggi ternama, baik perguruan tinggi negeri maupun perguruan tinggi
swasta dari berbagai jurusan disiplin ilmu yang berlomba-lomba menciptakan
peserta didik atau lulusan yang terbaik dan siap bersaing di dunia pekerjaan
nantinya, karena tidak dapat dipungkiri lapangan pekerjaan saat ini sangat
minim jika dibandingkan dengan jumlah pencari kerja. Dalam memilih karir yang
akan dijalaninya, mahasiswa akuntansi memiliki berbagai macam pertimbangan
untuk memilih karir apa yang akan dijalaninya. Faktor-faktor yang mempengaruhi
terdiri dari penghargaan finansial, pelatihan profesional, nilai-nilai sosial,
lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja dan personalitas.
Sumber
:
-
Lara Absara Aprilyan dan Herry Laksito. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Mahasiswa Akuntansi dalam Pemilihan Karir menjadi Akuntan Publik (Studi Empiris
pada Mahasiswa Akuntansi UNDIP dan Mahasiswa Akuntansi UNIKA). Universitas Diponegoro.
-
Tiya Dewi Febriana. 2014. Analisis Faktor-Faktor Dalam Pemilihan Karir
Akuntan Publik Dan Non Akuntan Publik Bagi Mahasiswa Jurusan Akuntansi.
Skripsi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.
-
Adif Nugroho. 2014. Analisis
Faktor-Faktor Yang Memengaruhi Minat Mahasiswa Akuntansi Untul Berkarir Menjadi
Akuntan Publik (Studi Kasus Pada Universitas Sebelas Maret Surakarta)
Tulisan Ini Adalah Salah
Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional
Nama : F. Rianawati
Dosen : Jessica B, S.E., Mmsi.
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI
Tidak ada komentar:
Posting Komentar