Selasa, 29 Maret 2016

Tugas 3 - STANDAR PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN SERTA PENERAPAN IFRS

STANDAR PELAPORAN DAN PENGUNGKAPAN SERTA PENERAPAN IFRS

A.    IFRS di Amerika, Eropa, dan Asia
       Di dunia internasional, IFRS telah diadopsi oleh banyak negara, termasuk negara-negara Uni Eropa, Afrika, Asia dan Amerika Latin dan Australia. Di kawasan Asia, Hongkong, Filipina dan Singapura pun telah mengadopsinya. Sejak 2008 diperkirakan ada sekitar 80 negara mengahruskan perusahaan yang telah tedaftar dalam bursa efek global menerapkan IFRS dalam mempersiapkan dan mempresentasikan laporan keuangan. Dalam konteks Indonesia meskipun banyak pro dan kontra konvergensi IFRS dengan PSAK (Pedoman Standar Akuntansi Keuangan) merupakan hal yang sangat penting untuk menjamin daya saing nasional. Perubahan tata cara pelaporan keuangan dari GAAP, PSAK atau lainnya ke IFRS berdampak sangat luas. IFRS (International Financial Reporting Standards and Practice) merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards/IAS) disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasioanal (IFAC).
Didalam Akuntansi Internasional terdapat beberapa karakteristik era ekonomi global, antara lain:
1.      Bisnis Internasional
2.      Hilangnya batasan-batasan antar negara era ekonomi global sulit untuk mengidentifikasi negara asal suatu produk atau perusahaan, hal ini terjadi pada perusahaan multinasional.
3.      Ketergantungan pada perdagangan internasional.

Beberapa negara yang mengadopsi IFRS:
1.      Indonesia
       Pada 8 Januari 2004 badan penyusun standar akuntansi di Indonesia yaitu Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK) memutuskan membentuk dua tim untuk mengantisipasi penerapan secara penuh IFRS. Dua tim tersebut adalah Satuan Tugas untuk Full Adoption dan Satuan Tugas untuk Reformat PSAK. Satuan Tugas untuk Full Adoption melakukan penelitian atas seluruh Standar Laporan Keuangan Internasional (IFRS) guna tercapainya konvergensi, melakukan penelitian apakah seluruh paragraf aturan standard dalam IFRS harus diadopsi secara penuh mengingat adanya perbedaan lingkungan bisnis, sehingga belum tentu standar tersebut harmonis dengan kondisi lingkungan bisnis di Indonesia, dan mencari masukan dari negara-negara anggota IFAC lainnya tentang sejauh mana pengadopsiannya terhadap IFRS. Satuan Tugas untuk Reformat PSAK melakukan tugas untuk penyempurnaan penyusunan PSAK serta penataan ulang terhadap penerbitan produk-produk PSAK pada waktu mendatang (Media Akuntansi, 2005).
       Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia mengacu pada IFRS yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia, sedangkan pada format akan berubah tetapi tidak sampai mengubah substansi standar akuntansi keuangan. Adanya harmonisasi bahkan konvergensi terhadap IFRS diharapkan informasi akuntansi memiliki kualitas utama, yaitu komparabilitas (dapat diperbandingkan) dan relevansi. Kualitas tersebut sangat diperlukan untuk memudahkan perbandingan laporan keuangan antara negara dan untuk pengambilan keputusan.


2.      Amerika
            Tahun 2002, Institut Sertifikasi Akuntansi Publik Amerika (American Institute of Certified Public Accounttants-AICPA), sebagai badan khusus lainnya juga mengaudit standar mereka. Pada tahun tersebut, Publik Company Accounting Oversight Board (PCAOB) didirikan, dengan dewan yang berwenang untuk mengeluarkan regulasi audit dan auditor perusahaan publik. FASB dibentuk pada tahun 1973 dan desember 2006 mengeluarkan laporan standar akuntansi keuangan 158 (158 statements of financial accounting standards-SFASs). Tujuannya adalah untuk menyediakan informasi yang berguna untuk para infestor . Prinsip akuntansi yang umum adalah GAAP. Pada tahun 1991, FASB mengembangkan strategi rencana pertama untuk aktivitas internasional. Tahun 1994, menambahkan promosi mengenai perbandingan internasional. FASB merupakan anggota internasional kooperatif, berkomitmen,untuk fokus pada GAAP AS dan IFRS. Tahun 2002 FASB dan IASB membentuk komitmen mereka untuk menyatukan tujuan dengan menandatangini Norwalk Agreement yang kemudian ditegaskan kembali pada tahun 2005, dengan beberapa tujuan yang akan dicapai pada tahun 2008. Pada tanggal 27 Agustus 2008, SEC mengusulkan “Road Map” di mana diberikan tenggang waktu untuk perusahaan-perusahaan AS untuk mengadopsi IFRS. Dimulai dengan laporan tahunan mereka untuk 2009, perusahaan publik tersebar AS mungkin beralih dari US GAAP ke IFRS, diikuti oleh gelombang perusahaan lain 2016, batas akhir untuk adopsi IFRS bahkan oleh perusahaan terkecil.

3.      Eropa
            Di Uni Eropa yang mengharuskan semua perusahaan yang terdaftar di bursa harus menyiapkan laporan keuangan konsolidasi sesuai IFRS (SG-007), sedang di Inggris standar yang menyerupai IFRS diperlukan untuk menghindari masalah tentang perusahaan yang terdaftar dan yang tidak terdaftar di bursa dan IFRS dianggap sebagai suatu tantangan, yang pada akhirnya menyambut baik IFRS untuk mengurangi perbedaan antara standar akuntansi di Inggris dan IFRS (Fearnley dan Hines, 2002). Pada tahun 2002, Uni Eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni Eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untuk mengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dimulai pada tahun 2005. Negara-negara anggota dibebaskan untuk memperluar persyaratan ini bagi semua perusahaan bukan hanya perusahaan yang terdaftar, termasuk laporan keuangan perusahaan pribadi. Laporan keuangan prusahaan tertutup Perancis dan Jerman harus disusun dengan menggunakan persyaratan akuntansi setempat karena laporan-laporan ini merupakan dasar untuk pajak dan dividen. IFRS tidak diperbolehkan dalam laporan keuangan perusahaan pribadi yang tidak terdaftar di Ceko karena dianggap bahwa IFRS bisa terlalu rumit dan memakan biaya untuk perusahaan-perusahaan pribadi yang kecil ini. Usaha mengkonversikan dengan IFRS meliputi :
a.      Metode akuntansi penggabungan usaa, goodwill yang timbuk dari akuisisi, pencatatan investasi dalam perusahaan asosiasi, penyusutan, akuntansi kemungkinan kerugian, pajak tangguhan dan pencadangan untuk perataan penghasilan sudah sama dengan IFRS.
b.      Penilaian asset, penilaian persediaan berbeda dengan IFRS.


B.    Standar Pelaporan dan Pengungkapan
Standarisasi adalah penetapan aturan yang kaku, sempit dan bahkan mungkin penerapan satu sandar atau aturan tunggal dalam segala situasi. Standarisasi tidak mengakomodasi perbedaan-perbedaan antar negara, oleh karena itu sulit di implementasikan secara internasional. Praktik pengungkapan dalam laporan tahunan mencerminkan respons manajer terhadap ketentuan pegungkapan yang dikeluarkan oleh badan regulator dan insentif yang mereka dapatkan jika menyedia informasi kepada pengguna laporan keuangan secara sukarela.
Apabila aturan pengungkapan tidak diwajibkan, maka pengungkapan tersebit harus menjadi sukarela, karena manajer perusahaan tidak akan mematuhi aturan pengungkapan jika kepatuhan itu menimbulkan biaya yang lebih besar dibaningkan dengan perkiraan biaya ketidakpatuhan. Untuk beberapa jenis pengungkapan, diskresi manajemen memainkan peranan yang sangat penting, sehingga pengawasan menjadi sulit dilakukan. Standar pelaporan dan pengungkapan suatu laporan keuangan, menentukan jenis informasi dan bagaimana informasi tersebut disajikan dan diungkapkan dalam laporan keuangan. Suatu informasi dapat disajikan dalam badan laporan (Neraca, Laporan Laba/ Rugi) atau berupa penjelasan (notes) yang menyertai laporan keuangan (Chariri, 2009). Dengan demikian, pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antarnegara di berbagai belahan dunia. Atas dasar hal tersebut muncullah isu konvergensi.Konvergensi dapat diartikan sebagai suatu keadaan menuju satu titik pertemuan atau memusat. Konvergensi standar akuntansi pada dasarnya adalah penyamaan bahasa bisnis.

Referensi:
-  Intan Immanuela, ADOPSI PENUH DAN HARMONISASI STANDAR AKUNTANSI INTERNASIONAL, Universitas Widya Mandala Madiun
-      Fearnley. S dan Tony Hines. 2002. The Adoption of International Accounting Standards in the UK: Review of Attitudes. www.ssrn.com
-   Natalia Titiek Wiyani, S.Pd. Standarisasi, Harmonisasi dan Konvergensi IFRS (International Financial Reporting Standards and Practices).
-   Choi, Frederick. D. S. dan Gary K. Meek.2012.International Accounting Edisi 6 Buku 1.Jakarta:Salemba Empat

Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Mengetahui Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional
                        Nama               : F. Rianawati
                        Dosen              : Jessica B, S.E., Mmsi.

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI


Tugas 2 - SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NEGARA (dari benua AMERIKA, EROPA DAN ASIA)

SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NEGARA (di benua AMERIKA, EROPA DAN ASIA)

            Sistem akuntansi setiap negara tentunya mempunyai aturan akuntansi (standar) yang berbeda-beda. Perbedaaan itu mencakup perlakuan, metode, penyajian dan pelaporan. Perbedaan akuntansi tiap negara akan menyulitkan bagi para pengguna laporan keuangan terutama bagi para analis, auditor, investor dan kreditor yang lingkup kerjanya melewati batas negara. Era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara, atau diperlukan adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional, dengan tujuan agar dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan dan mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif. Teknologi informasi yang berkembang pesat membuat informasi menajdi tersedia di seluruh dunia. Pesatnya teknologi informasi ini merupakan akses bagi banyak investor untuk memasuki pasar modal diseluruh dunia, yang tidak terhalangi oleh batasn negara, misalnya investor dari belanda bisa dengan mudah berinvestasi di jepang, amerika, Singapore, atau bahkan Indonesia. Kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi apabila perusahaan-perusahaan masih memakai prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda, seperti Amerika memakai FASB dan US GAAP, Indonesia memakai PSAK-nya IAI, Uni Eropa memakai IAS dan IASB.

Adapun beberapa sistem akuntansi keuangan dibeberapa negara:
1.      Benua Amerika
a.       Sistem Akuntansi Keuangan di Amerika Serikat
            Akuntansi di Amerika Serikat diatur badan sektor khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard Board – FASB), akan tetapi yang menjadi penyokong kewenangan terhadap standarisasi mereka adalah agensi kepemerintahan komisi keamana dan kurs (Securities and Exchange Commision – SEC). standar akuntansi secara historis telah ditetapkan oleh American Institute of Certified Akuntan Publik (AICPA) tunduk pada Securities and Exchange Commision peraturan. The AICPA pertama kali membuat Komite Prosedur Akuntansi pada tahun 1939 dan diganti bahwa dengan Prinsip Akuntansi Dewan pada tahun 1951. Pada tahun 1973, Dewan Prinsip Akuntansi digantikan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) dibawah pengawasan Yayasan Akuntansi Keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan Dewan Pertimbangan melayani untuk menasihati dan memberikan masukan pada standar akuntansi. Organisasi-organisasi lain yang terlibat dalam menentukan standar akuntansi Amerika Serikat meliputi Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GASB), terbentuk pada tahun 1984, dan perusahaan Publik Akuntansi Dewan Pengawas (PCAOB). Amerika Serikat internasional dan US GAAP standar telah berkumpul, maka Dewab Standar Akuntansi Internasional yang memproduksi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) telah menjadi penting. Konsep Akuntansi yang umum berlaku (GAAP) terdiri atas seluruh standar akuntansi keuangan, peraturan, regulasi yang harus dipatuhi dalam mempersiapkan laporan keuangan.
Laporan Keuangan di Amerika Serikat meliputi :
a.       Laporan Manajemen
b.      Laporan auditor independen
c.       laporan keuangan Primer (Laporan Laba-Rugi, Neraca laporan arus kas, laba-rugi komprehensif, perubahan ekuitas pemegang saham)
d.      Diskusi manajemen dan analisa hasil operasional dan kondisi keuangan
e.       Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laporan keuangan, catatan atas laporan keuangan, perbandingan data keuangan selama 5 atau 10 tahun, data triwulan terpilih. Laporan keuangan Amerika Serikat yang dipublikasikan biasanya tidak berisi laporan parent-company-only (induk perusahaan saja).

b.      Sistem Akuntansi Keuangan di Meksiko
            Meksiko adalah negara dengan penduduk berbahasa Spanyol terbanyak di dunia dan negara dengan populasi terbesar kedua di Amerika Latin. Meksiko memiliki free-market ekonomi yang besar. Perjanjian yang paling penting untuk meksiko adalah perjanjian perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement – NAFTA) yang ditandatangani dengan Kanada dan Amerika Serikat tahun 1994. Mexican Comercial Code dan hukum pendapatan pajak mengandung persyaratan untuk menjaga kumpulan data pembukuan tertentu dan mempersiapkan laporan keuangan, akan tetapi pengaruh mereka tehradap laporan keuangan secara umum tidaklah besar. Mexican Institue of Public Accountants mengeluarkan standardisasi proses audit melalui  Auditing Standards and Procedurs Commision. Profesi akuntan di Meksiko sudah berkembang, teratur dan dihormati oleh komunitas bisnis. Institute Akuntan Publik Meksiko menerbitkan standar akuntansi dan auditing di Meksiko. Standar akuntansi diakui memiliki kewenangan oleh pemerintah secara khusus oleh Komisi Pasar Modal dan Perbankan Nasional, yang mengatur Bursa Efek Meksiko. Di negara Meksiko dalam pengukuran akuntansi metode ekuitas digunakan untuk apabila terdapat pengaruh, tetapi bukan kendali yang umumnya berarti besarnya kepemilikan berkisar antara 10 hingga 50%.
Laporan keuangan konsolidasian komparatif harus disusun terdiri dari:
a.       Neraca
b.      laporan laba rugi
c.       laporan perubahan ekuitas pemegang saham
d.      laporan perubahan posisi keuangan dan catatan.
            Laporan keuangan harus disesuaikan terhadap inflasi. Efek penyesuaian tersebut ditunjukkan pada laporan perubahan ekuitas pemegang saham yang sama dengan laporan arus kas serta terbagi ke dalam aktivitas operasional, investasi dan keuangan. Bagaimanapun, karena disiapkan dalam nilai peso yang tetap, jumlah hasil tidak akan mempresentasikan arus kas yang dimengerti berdasarkan akuntansi harga perolehan.


c.       Sistem Akuntansi Keuangan di Argentina
            Akuntansi argentina berfokus pada pemenuhan kebutuhan kreditor dan pemungut pajak. Kebijakan keuangan di argentina mewajibabkan pelaporan keuangan tahunan dan perusahaan public juga orang keuangan tahunan dan perusahaan public juga harus mengeluarkan pernyataan setiap kuartal.
            Argentina memiliki sistem akuntansi yang unik di Amerika Latin. Standar akuntansi mereka ditetapkan oleh FACPCE, tapi FACPCE berbeda dengan negara latin lainnya. FACPCE terdiri dari 24 dewan terpisah yang datang bersama untuk membuat resolusi teknikal (TR), yang mana berkaitan dengan norma akuntansi pada subjek tertentu. Setiap anggota dewan mewakili yuridikasi yang berbeda di Argentina. Tingkat inflasi di argentina beberapa tahun lalu sangat tinggi, konsep dari level harga umum (GPL) menjadi pertimbangan utama dalam formulasi standar akuntansi. Konsep GPL tidak diterima pemerintah, FACPCE membolehkan penggunaan GPL accounting jika tingkat inflasi berada dibawah 8%, FACPCE melakukan harmonisasi standar dengan IFRS.

d.      Sistem Akuntansi Keuangan di Brazil
            Di Brazil warisan kebudayaan Portugis adalah faktor yang sangat mempengaruhi. Tradisi akuntansi di Brazil memberikan pilihan informasi yang dibutuhkan oleh petugas pajak dan kreditor. Pasar modal Brazil meskipun kecil dibandingkan dengan inggris dan Amerika adalah salah satu pasar utama di Amerika Latin dan pertumbuhannya amat penting. Profesi akuntan di Brazil tidak begitu berkembang seperti negara Anglo-Saxon, tetapi institute untuk akuntan Brazil (IBRACON) dan Dewan Akuntansi Federal telah mengeluarkan standar akuntansi yang diterima secara umum (GAAP) sebagai prinsip akuntansi yang bertujuan untuk mengembangkan akuntansi di negara Brazil.

2.      Benua Eropa
a.       Sistem Akuntansi Keuangan di Prancis
            Akuntansi di prancis sangat terkait dengan kode sehingga sangat mungkin untuk melewatkan kenyataan bahwa legislasi hukum komersial (yaitu code de commerce) dan hukum pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntansi dan pelaporan keuangan di prancis. Dasar utama aturan akuntansi di Prancis adalah Hukum Akuntansi 1983 dan dekrit akuntansi 1983, yang membuat Plan Comptable General wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari Code de Commerce. Legislasi komersial dalam Code de Commerce mengandung ketentuan akuntansi dan pelaporan yang ekstensif. Hukum pajak juga memengaruhi akuntansi di Prancis secara signifikan. Beban-beban usaha dapat dikurangkan untuk perhitungan pajak hanya jika beban tersebut sepenuhnya terjadi dan tercemin dalam laporan keuangan tahunan.
            Ciri khusus akuntansi prancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan. Akuntansi di prancis memiliki karakteristik ganda: perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan secara individual merupakan dasar hukum untuk membagikan dividend an menghitung pendapatan kena pajak.

b.      Sistem akuntansi keuangan di Jerman
            Jerman merupakan salah satu pendukung paling loyal atas prinsip biaya historis di dunia. Perilaku antiinflasi yang kuat merupakan hasil dari kerusakan akibat dua periode inflasi yang sangat menghancurkan jerman pada abad ke-20). Komite standar akuntansi jerman (German Accounting Standards Committee – GASC) atau dalam bahasa jerman, Deutsches Rechnungslegungs Standard Committee (DRSC) didirikan tidak lama sesudah itu dan langsung diakui oleh Kementrian Kehakiman sebagai pihak berwenang dalam menetapkan standar di Jerman. GASC membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Board – GASB) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi. GSAB terdiri dari tujuh ahli independen yang berlatar belakang dibidang auditing, analisis keuangan, akademik, dan industry. Sistem penerapan standar akuntansi yang baru di jerman secara garis besar mirip dengan sistem yang ada di Inggris dan Amerika Serikat.
            Akuntan public bersertifikat di jerman disebut sebagai Wirtschaftsprufer (WP) atau pemeriksaan perusahaan. Oleh hukum WP diwajibkan untuk bergabung dalam Kamar Akuntan Resmi (Wirtschaftspruferkammer) yang didirikan pada tahun 1971 sebagai badan pengatur bagi WP. Menurut standar internasional profesi audit di jerman terbilang kecil.

c.       Sistem akuntansi keuangandi Belanda
            Akuntansi di Belanda memiliki beberapa paradox yang menarik. Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang relative permisif. Undang-undang tahun1970 mendorong pembentukan Kelompok Studi Akuntansi Tiga Pihak (Tripartit) (yang digantikan oleh Dewan Pelaporan Tahunan pada tahun 1981) dan melahirkan Kamar Dagang.  Auditing di Belanda nerupakan profesi yang mengatur diri sendiri. Badan pengaturnya adalah Institut Akuntan Terdaftar Belanda (NivRA) yang memiliki sekitar 13.000 anggota. NivRA memiliki otonomi penuh dalam penentuan standar audit dank ode etik professional yang kuat memiliki status wajib.

d.      Sistem Akuntansi Keuangan di Inggris
            Akuntansi di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Warisan Akuntansi Inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Ingrris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi. Undang – undang tahun 1981 juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi:
-          Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akrual
-          Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah.
-          Prinsip konservatisme diterapkan
-          Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan.
-          Prinsip kelangsungan usaha diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi.
            Penetapan standar akuntansi di Inggris berkembang dari rekomendasi atas prinsip akuntansi (yang dikeluarkan oleh institute akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales) HINGGA PEMBENTUKAN Komite Pengarah Standar Akuntansi (Accounting Standards Steering Committee) pada tahun 1970, yang kemudian dinamakan sebagai Komite Standar Akuntansi (Acoounting Standards Committee – ASC). ASC mengeluarkan Pernyataan Praktik Akuntansi Standar (Statements on Standard Acoounting Pratice – SSAP).
e.       Sistem akuntansi kauangan Republik Ceko
            Republic Ceko (RC) berlokasi di Eropa Tengah yang berbatasan dengan Jerman di sebelah barat dan barat daya, Austria di selatan, Republik Slowakia di timur dan Polandia di utara. Akuntansi di Republika Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke-20, yang mencerminkan sejarah politiknya. Akuntansi di Republik Ceko dipengaruhi oleh hukum Komersial, Undang-Undang Akuntansi dan keputusan Kementrian Keuangan.

3.      Benua Asia
a.       Sistem akuntansi di Jepang
            Pembukuan dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestic dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan Jepang. Pada setengah awal abad ke-20, pemikiran akuntansi merupakan refleksi adanya pengaruh Jerman, sisa abad selanjutnya adalah pemikiran AS. Pada 2001 terjadi perubahan yang besar dengan pembentukan organisasi organisasi pengaturan standarisasi akuntansi sektor swasta.
            Pemerintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum undang-undang perusahaan, undang-undang pajak penghasilan perusahaan. Ketiga badan hukum tesebut saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Praktisi terkemuka Jepang menggambarkan situasi tersebut sebagai “sistem legal triangular”. Japanese institute of Certified Publik Accountants (JICPA) merupakan organisasi profesional dari CPAs di jepang. Sebagai tambahan untuk memberikan panduan mengenai pelaksanaan audit, JICPA mengeluarkan panduan mengenai permaslahan akuntansi, serta menyediakan input bagi ASBJ dalam mengembangkan standardisasi akuntansi. Standardisasi proses audit yang berlaku umum dikeluarkan oleh BAC daripada JICPA. Certified Public Accountant and Auditing Oversight Board dibentuk pada tahun 2003. Agensi pemerintah, didesain untuk mengawasi dan mengontrol auditor serta meningkatkan kualitas audit di jepang. Hal ini dicantumkan dalam FSA pada tahun 2004.

b.      Sistem Akuntansi Keuangan di India
 India berada di belahan benua Asia Selatan, dengan Pakistan di sebelah barat, Cina, Nepal dan Bhutan di sebelah utara, dan Bangladesh sebelah timur. Dari tahun 1947 sampai akhir 1970-an, ekonomi India digolongkan dengan bergaya program sosial pemerintah terpusat dan industry pengganti barang impor. Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di India adalah lembaga hukum dan profesi akuntansi. Penetapan lembaga pertama diatur dalam undang-undang tahu 1857, dan hukum pertama berhubungan dengan pemeliharaan dan pemeriksaan catatan akuntansi yang telah dilaksanakan tahun 1866, bersama dengan kualifikasi resmi auditor pertama. Keduanya belandasan hukum inggris. Pelaporan keuangan ditujukan pada saat presantasi wajar dan ada profesi akuntansi independen yang mengatur standar akuntansi dan proses audit.

c.       Sistem akuntansi keuangan di China
            Karakteristik utama akuntansi di Cina saat ini berasal dari pendirian Republic Rakyat Cina pada tahun 1949. Cina menerapkan suatu perekonomian terencana yang sangat terpusat, yang mencerminkan prinsip-prinsip Marxisme dan pola-pola yang dianut Uni Soviet dimana Negara mengendalikan hak untuk menggunakan dan distribusi seluruh alat produksi dan memberlakukan perencanaan dan kendali yang kaku atas perekonomian. Pada Akhir tahun 1970-an, para pemimpin Cina mulai untuk Mengubah ekonomi mulai dari perencanaan pusat bergaya soviet menjadi lebih berorientasi pasar tetapi masih berada di bawah kendali partai komunis. Akuntansi di Cina memiliki Sejarah yang Panjang. Berfungsinya akuntansi dalam hal pertanggung jawaban dapat dilacak jauh ke belakang hingga tahun 2200 SM selama Dinasti Hsiu dan sejumlah dokumen menunjukkan bahwa akuntansi digunakan untuk mengukur kekayaaan dan membandingkan pencapaian di kalangan bangsawan dan Putri-Putri pada dinasti Xia (tahun 2000-1500 SM). Konfusius Muda ( 551-479 SM ) dulunya pernah menjadi seorang manajer gudang dan tulisanya menebutkan bahwa pekerjaannya meliputi akuntansi yang seharusnya – membuat catatan penerimaan dan pengeluaran setiap harinya.
            Pada Akhir tahun 1970-an, para pemimpin Cina mulai untuk Mengubah ekonomi mulai dari perencanaan pusat bergaya soviet menjadi lebih berorientasi pasar tetapi masih berada di bawah kendali partai komunis. Akuntansi di Cina memiliki Sejarah yang Panjang. Berfungsinya akuntansi dalam hal pertanggung jawaban dapat dilacak jauh ke belakang hingga tahun 2200 SM selama Dinasti Hsiu dan sejumlah dokumen menunjukkan bahwa akuntansi digunakan untuk mengukur kekayaaan dan membandingkan pencapaian di kalangan bangsawan dan Putri-Putri pada dinasti Xia (tahun 2000-1500 SM). Konfusius Muda ( 551-479 SM ) dulunya pernah menjadi seorang manajer gudang dan tulisanya menebutkan bahwa pekerjaannya meliputi akuntansi yang seharusnya – membuat catatan penerimaan dan pengeluaran setiap harinya.

d.      Sistem Akuntansi Keuangan di Indonesia
Sistem akuntansi di Indonesia menggunakan prinsip – prinsip akuntansi berterima (yang berlaku) umum atau istilahnya PABU yang disusun oleh IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) yang terbit dalam bentuk buku bernama SAK (Standar Akuntansi Keuangan). Dahulu sebelum SAK,  dikenal PAI (Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia). Di dunia ada banyak sistem akuntansi yang berbeda-beda. Saaat ini sistem akuntansi di Indonesia mengacu pada standar akuntansi Amerika atau GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) yang disusun oleh FSAB (Financial & Accounting Standards Board) yang terbit dalam bentuk buku bernama SFAS(Statements of Financial and Accounting Standards). Beberapa tahun yang lalu, sebelum akuntansi kita mengacu pada akuntansi Amerika, Indonesia menerapkan sistem pembukuan Belanda yang dikenal dengan istilah tata buku (book keeping). Dengan adanya standar yang berbeda – beda maka dirasa perlu munculnya akuntansi internasional yang diharapkan mampu mengatasi perbedaan akuntansi yang ada di banyak negara.

e.       Sistem akuntansi keuangan di Thailand
   Satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak mengalami kolonisasi. Sistem akuntansi yang berlaku menunjukkan nilai transparansi dan informasi yang dibutuhkan investor seperti pada negara-negara Anglo-Amerika. Standar akuntansi di Thailand diterbitkan oleh Institut of Certified Accountants and Auditors of Thailand (ICAAT) yang didirikan tahun 1948. Namun harus mendapat persetujuan menteri perdagangan sebelum perusahaan diwajibkan memakainya. Sampai saat ini, ICAAT telah mengadopsi 21 dari standar IAS. Thailand SEC mewajibkan seluruh perusahaan yang tercatat di bursa Thailand untuk diaudit oleh Akuntan Publik.

Referensi:
-          Perbandingan akuntansi internasional asia dan eropa, Akuntansi Internasional, Data Catatan Study.
-          Natalia titiek wiyani, S.Pd. Standarisasi, Harmonisasi dan Konvergensi IFRS (International Finance Reporting Standards and  Practices). (Diakses pada,24 maret 2016. 15:38)
-          Intenational Accounting, buku 1 edisi 5, Frederick D.S.Choi dan Gary K.Meek, 2006. Salemba empat

Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Mengetahui Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional
                        Nama               : F. Rianawati
                        Dosen              : Jessica B, S.E., Mmsi.

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI


Tugas 1 - PERBANDINGAN AKUNTANSI DI EROPA, AMERIKA DAN ASIA

 A.  Analisa Komparatif Akuntansi di AMERIKA, EROPA dan ASIA
Akuntansi memiliki fungsi yang demikian penting dalam kehidupan bisnis dan keuangan. Seiring dengan bisnis dan pasar keuangan yang telah banyak menuju internasionalisasi, begitu juga  dengan perbedaan dalam akuntansi internasional yang menjadi lebih penting dari sudut pandang analisis pernyataan keuangan internasional. Adapun beberapa aspek yang menyebabkan terjadinya perbedaan akuntansi di dunia antara lain:
a)      Pertumbuhan Ekonomi, Semakin pesat pertumbuhan ekonomi semakin berkembang kegiatan bisnis dengan demikian juga demakin besar tuntutan informasi akuntansi perusahaan dari pemakai informasi.
b)      Inflasi, Bagi negara-negara yang berpengalaman mengalami inflasi cukup tinggi standar akuntansinya mencakup standar akuntansi inflasi, sedangkan bagi negara-negara yang tidak pernah atau tidak sadar akan inflasi standar akuntansinya tidak mencakup masalah-masalah inflasi.
c)      Sistem Politik, Untuk negara-negara yang menganut sisttem demokrasi, laporan keuangan yang disusun perusahaan di negara tersebut cenderung lebih transparan, lebih rinci dan lengkap. Hal ini disebabkan oleh tuntutan pemakai informasi yang kedudukannya kuat relatif sama dengan perusahaan atau organisasi penyaji informasi keuangan.
d)     Pendidikan, Semakin maju pendidikan suatu negara semakin banyak ahli-ahli di bidang akuntansi. Semakin banyak akuntan ahli semakin canggih informasi akuntansi yang dapat diberikan kepada pemakai informasi. Dengan semakin maju tingkat pendidikan akuntansi, semakin banyak pula aktivitas riset di bidang akuntansi yang akan menambah kualitas standar dan praktik-praktik akuntansi.
e)      Profesi Akuntan, Semakin maju ttingkat pendidikan dan ekonomi suatu negara, profesi akuntan juga semakin kuat dan kemungkinan besar profesi tersebut dapat mendorong perbaikan dan pengembangan akuntansi, baik standar maupun praktik akuntansi.
f)       Peraturan Perpajakan, Undang-undang pajak di suatu negara mempunyai pengarruh terhadap perkembangan standar dan praktik akuntansi.
g)      Pasar  Uang dan Modal, Semakin maju pasar uang dan pasar modal di suatu negara maka semakin maju pula akuntansinya. Hal ini disebabkan oleh persyaratan perusahaan yang akan mendaftarkan sebagai perusahaan go public di pasar modal atau akan mendapatkan pinjaman di pasar uang, persyaratan tersebut adalah penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan harus disudit oleh akuntan publik.
h)      Adanya perbedaan akuntansi di Seluruh dunia sudah tidak diragukan lagi  cukup signifikan untuk membuat pekerjaan dari analis keuangan sangat sulit dalam periode pembuatan perbandingan internasional.
            Setiap Negara memiliki sitem akuntansi yang berbeda-beda. Oleh karenanya, sering kita membandingkan  system akuntansinya antar negara tersebut. Seperti sistem akutansi di benua Amerika, Eropa dan Esia. Sistem Akuntansi  di Amerika bersifat common law dan diatur badan sektor khusus dewan standar akuntansi keuangan (Financial Accounting Standard Board – FASB) namun untuk kewenangannya dibawah SEC (Securities and Exchange Commisson) yaitu SEC memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan standart akuntansi dan laporan perusahaan public akan tetapi bergantung pada sektor swasta dalam penerapan standarisasi tersebut. Sistem akuntansi di benua amerika banyak sekali kemiripan dengan Inggris. Akuntansi Amerika lebih focus pada perusahaa besar dan ketertarikan investor, kebutuhan kreditor dan pengguna yang lainnya. System yang dianut amerika tidak memiliki persyaratan legal untuk publikasi mengenai laporan audit periodik keuangan.
            Sedangkan Akuntansi di Eropa menurut sejarah didasarkan pada konsep sosialis yang berfokus kepada rencana ekonomi. Akuntansi mereka juga condong kearah kebutuhan petugas pajak dan fokus sedikit kearah pencerminan laba perusahaan. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir ,negara eropa di timur telah menerapkan transisi dari negara sosialis menuju ke gaya ekonomi pasar barat.
            Berbeda lagi dengan system akuntansi di Asia yang mempunyai sejarah penjajahan panjang. Banyak negara berkembang di Asia mengalami kemunduran kepercayaan diri dalam pasar keuangan, yang berujung pada krisis financial. Salah satu jalan keluar dari hal ini adalah meningkatkan kualitas dan transparansi akuntansi dengan cara mengadopsi kualitas dan transparansi akuntansi internasional.

B.        Standar dan Praktik Akuntansi Amerika, Eropa, dan Asia
            Standar akuntansi secara umum diterima sebagai aturan baku, yang didukung oleh sanksi-sanksi untuk setiap ketidakpatuhan (Belkaousi, 2006 dalam Chariri dan Kusuma, 2010). Standar akuntansi yang berkualitas sangat penting untuk pengembangannkualitas struktur pelaporan keuangan global.
·         Standar Akuntansi
            Standar akuntansi merupakan hasil dari penetapan standar. Dalam perkembangannya, terdapat banyak dan berbedanya standar akuntansi yang berlaku sehingga menimbulkan masalah keterbandingan laporan keuangan. Setiap negara tentunya mempunyai aturan akuntansi (standar) yang berbeda-beda. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna laporan keuangan. Jika tidak terdapat standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Perbedaan standar mencakup perlakuan, metode, penyajian dan pelaporan. Perbedaan akuntansi tiap negara akan menyulitkan bagi para pengguna laporan keuangan terutama bagi para analis, auditor, investor dan kreditor yang lingkup kerjanya melewati batas negara. Ketika dunia bisnis dapat dikatakan hampir tanpa batas negara, sumber daya produksi (misal uang) yang dimiliki oleh seorang investor di satu negara tertentu dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat ke negara lain. Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards / IAS) disusun oh empat organisasi utama dunia. Organisasi tersebut yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) , Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC). Menurut Choi et al (1999) Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan.
            Komisi Masyarakat Eropa (EC) menekankan negara-negara anggota untuk menggunakan standar akuntansi internasional guna memasuki pasar modal pada banyak negara, sehingga mengurangi masalah operasional perusahaan multinasional dalam skala internasional. Penerapan standar akuntansi internasional di eropa lebih bermotif untuk mempermudah  jalan masuk kepasar modal dibanyak negara, khususnya Amerika Serikat dan negara negara lokasi anak perusahaan.
·         Praktik Akuntansi
            Pada Indonesia cara yang ditempuh adalah memilih untuk melakukan adopsi. Namun bukan adopsi penuh, mengingat adanya perbedaan sifat bisnis dan regulasi di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini Standar Akuntansi Keuangan milik Indonesia sebagian besar sudah sama dengan IFRS. Indonesia melakukan konvergensi IFRS ini karena Indonesia sudah memiliki komitmen dalam kesepakatan dengan negara-negara G-20. DSAK (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) berkomitmen bahwa konvergensi pada tahun 2008 ini harus dibayar dengan masih tingginya tingkat suku bunga kredit untuk Indonesia yang ditetapkan oleh World Bank. DSAK mengkonvergensikan PSAK secara penuh dengan IFRS melalui 3 tahapan, yaitu tahap adopsi, persiapan akhir, dan implementasi. Namun adopsi dan implementasi standar akuntansi internasional (IAS) yang sekarang menjadi IFRS bukanlah suatu yang mudah, bebeerapa permasalahann akan dihadapi oleh tiap negara. permasalahan yang dihadapi diantaranya adalah masalah penerjemahan standar itu sendiri, ketidaksesuaian antara IFRS dengan hukum nasional, struktur dan kompleksitas standar internasional.
            Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh Amerika dalam kancah internasional sangat kuat dalam hamper segala aspek kehidupan. Kita sering mengalami kesulitan saat membedakan mana internasional dan mana yang Amerika. Akuntansi di Amerika bersifat Common Law dan diatur oleh sektor khusus Dewan Standart Akuntansi Keuangan (Financial Acoounting Standard Board – FSAB), standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat tersebut diikuti oleh beberapa negara, baik secara langsung maupun modifikasi. Sementara International Accounting Standards (IASs), yang dikeluarkan oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Pada tahun 2002 FSAB dan IASB menandatangani Norwalk Agreement dengan tujuan untuk menghilangkan perbedaan yang muncul diantara standarisasi mereka serta mengkoordinasikan agenda pengaturan standarisasi sehingga permasalahan utama yang muncul dapat diselesaikan bersama. Pada tahun yang sama, 2002 ditandatangani UUSarbanes-Oaxley Act yang secara signifikan memperluas persyaratan AS dalam perusahaan pemerintah, penjelasan, dan laporan serta regulasi proesi audit.
Kecenderungan dalam laporan keuangan mengahadap kearah kewajaran penyajian, setidaknya bagi laporan keuangan gabungan. Pada tahun 2002, uni eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untukmengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dimulai pada tahun 2005. Untuk memahami akuntansi eropa, seseorang harus bisa memahami IFRS dan persyaratan akuntansi setempat. Banyak perusahaan akan memilih untuk mengikuti persyaratan setempat diperusahaan-perusahaan dimana IFRS digunakan.

REFERENSI :
Rindu Rika Gamayuni, 2009. “Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia Menuju International Financial Reporting Standards”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan; Vol.14 Nomor 2, Juli. Universitas Lampung (Diakses pada,24  Maret 2016. 10:28 WIB).
Natalia Titiek Wiyani, S.Pd. Standarisasi, Harmonisasi dan Konvergensi IFRS (International Finance Reporting Standar and Practices). Diakses pada, 23Maret 2016. 15:34 WIB).
Allan Moechamad Z.K et.al, 2013. “Akuntansi Komparatif : Eropa”. Universitas Swadaya Gunung Jati. (diakses pada, 24 Maret 2016. 11.00 WIB).
Heri Sukendar, W. Konvergensi Standar Laporan Keuangan Ke Standar Pelaporan Keuangan Internasional – Journal the winner, Vol.10 No.1, Maret 2009:10-21. Universitas Bina Nusantara (diakses pada, 24 Maret 2016. 11.00 WIB).
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2010.

Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Mengetahui Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional
                        Nama               : F. Rianawati
                        Dosen              : Jessica B, S.E., Mmsi.

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI




Jumat, 11 Maret 2016

TUGAS MATA KULIAH SOFTSKILL AKUNTANSI INTERNASIONAL (TUGAS 1 - PENERAPAN IFRS PADA PERUSAHAAN MULTINASIONAL)

1. Profil Perusahaan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
  • Tahun Berdiri Perusahaan
     Pada Tahun 1956, tercetuslah gagasan perlunya industri baja di indoesia oleh Chairul Shaleh, Mentri Perindustrian dan Pertambangan dan Ir. Juanda, Dirjen Biro Perancangan Nasional. Gagasan ini baru terealisasi dengan adanya persetujuan pokok kerja sama laangan ekonomi dan teknik antara Republik Indonesia dan Uni Republik Soviet Sosialisasi pada tanggal 15 september 1956. Kerja sama ini direalisasikan dengan penandatanganan kontrak pembangunan proyek fital oleh Menteri Perdalam yaitu:
a. Proyek Aluminium Medan
b. Proyek Besi dan Baja Kalimantan
c. Proyek Besi, Baja Trikora
     Akhirnya pada era 1960 diadakan Penandatanganan kontrak pembangunan Cilegon Steel Mills antara Republik Indonesia dan Tjazpromex Part (All Union Export-Import Corporation) dari Moskow dengan kontrak nomor 080 tanggal 7 juni 1960. Dilanjutkan dengan peletakan batu pertama Proyek Besi Baja Trikora pada 20 Mei 1962 di area Seluas 616 Ha dan berdasarkan ketetapan MPRS No.2/1960 proyek ini harus selesai sebelum 1968. Penetapan status proyek besi baja trikora cilegon menjadi proyek vital berdasarkan keputusan presiden RI No. 123 Tahun 1963 tanggal 25 Juni 1963.
     Berdasarkan keputusan Presiden No. 17 tanggl 28 Desember 1967 proyek besi baja Trikora berubah menjadi bentuk Perseroan Terbatas (PT). Beberapa tahun kemudian diadakan pengumuman resmi untuk mendirikan PT. Krakatau Steel (Persero) berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No.35 tanggal 31 Agustus 1970. PT. Krakatau Steel (Persero) diberikan mandat yang luas utnuk membangun industri baja di Indonesia.
     PT Krakatau steel mampu menebus pasar export pertama kali tahun 1985 dengan Negara tujuan Jepang, Amerika, Inggris, India, Cina, Kawasan  Timur Tengah, Korea, dan kawasan ASEAN. pada tahun 2007 dimulainya upaya perubahan haluan melalui perbaikan terus menerus dalam efesiensi proses bisnis PT Krakatau Steel (Persero) secara keseluruhan. Perseroan juga membukukan laba bersih sebesar Rp 313,81 miliar setelah tahun sebelumnya rugi Rp 135,4 miliar.
     Perubahan nama PT Krakatau Steel (Persero) menjadi PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. terkait dengan kesuksesan Penawaran Saham Perdana pada 10 November 2010. Dengan pemegang saham utama itu dipegang oleh Republik Indonesia sebesar 80% dan sisanya oleh masyarakat sebesar 20%. PT Krakatau steel (Persero) Tbk yang memproduksi Besi Spons, Slab Baja, Billet Baja, Baja Lembaran Panas, Baja Lembaran Dingin dan Baja Batang Kawat yang mampu melakukan ekspor produk baik dalam maupun luar negeri. PT. Krakatau bertempat di kantor pusat yang berada di daerah Cilegon Banten.
  • Terdaftar di BEI dan Jumlah Saham yang Beredar
    Pada 10 November 2010 PT Krakatau Steel tercatat di Bursa Efek Indonesia terkait dengan kesuksesan Penawaran Saham Perdana ditengah kondisi pasar yang masih bergejolak, PT Krakatau Steel (Persero) berhasil menjadi perusahaan terbuka dengan melaksanakan penawaran umum perdana. Pada tanggal 29 Oktober 2010, Perusahaan memperoleh pernyataan efektif dari Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan ("Bapepam-LK") No. S-9769/BL/2010 untuk melakukan penawaran umum saham kepada masyarakat sebanyak 3.155.000.000 saham baru dengan nilai nominal Rp 500 (angka penuh) per saham dengan harga Rp 850 (angka penuh) per saham. 
  • Anak Perusahaan
Saat ini perusahaan Krakatau Steel memiliki 11 anak perusahaan, diantaranya :
1) PT Krakatau Wajatama (PT KWT)
    PT KWT didirikan tahun 1992, perusahaan ini beralamat Jl. Industri PO Box 127 Cilegon 42435. Kepemilikan saham PT Krakatau Steel (Persero) Tbk pada PT Krakatau Wajatama sebesar 100%. Perusahaan ini memproduksi manufaktur baja profil dan Tulangan, seperti : INP, IWF, H-Beam, U-Channel, dan L-Angles, baja tulangan (Deformed dan Plain Bars) serta kawat baja. 
2) PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL)
    KDL merupakan anak perusahaan yang 100% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. KDL merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Distributor dan Penghasil Litrik, fasilitas utama yang dimiliki adalah pembangkit listrik tenaga uap dengan kapasitas terpasang sebesar 400 MW. Perusahaan ini didirikan tahun 1996 di Kawasan Industri KS, Jl. Amerika I PO Box 156, Cilegon 42443.
3) PT KHI Pipe Industri (PT KHIP)
    KHIP didirikan pada tahun 1973 di Kawasan Industri KS, Cilegon Jl. Amerika I, Cilegon Banten 42435. KHIP merupakan anak perusahaan yang 100% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. KHIP bergerak pada bidang manufaktur pipa baja, yang bertujuan untuk memproduksi pipa kualitas tinggi yang akan memenuhi tuntutan industri minyak dan gas yang terus meningkat.
4) PT Krakatau Industrial Estate Cilegon (PT KIEC)
     KIEC merupakan perusahaan yang 100% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Pesero) Tbk. KIEC bergerak dibidang Industri real estate dan Perhotelan. KIEC didirikan tahun 1982 yang berlokasi di Wisma Krakatau Lt.1 Jl. KH Yasin Beji No.6 Cilegon, 42435 Banten
5) PT Krakatau Engineering (PT KE)
     KE merupakan perusahaan yang 100% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. KE yang didirikan pada tahun 1988 menempati gedung di Kawasan Industri Krakatau, Jl. Asia Raya PO Box 147 Cilegon Banten 42435. Sedangkan kantor pusatnya berada di Gedung Wisma Baja Lantai , Jl. Gatot Subroto Kav.54 Jakarta. Perusahaan ini bergerak dibidang Rekayasa dan Kontruksi 
6) PT Krakatau Bandar Samudera (PT KBS)
     KBS merupakan perusahaan yang bergerak di bidang Jasa Pengelolaan Pelabuhan. KBS didirikan pada tahun 1996 yang berkantor pusat di Wisma Baja lantai 8 Jl. Jend Gatot Subroto Kav.54 Jakarta-Indonesia 12950, KBS juga menempati gedung di Jl. Mayjen S. Parman KM 13 Cigading, Cilegon, Banten. Selain itu KBS  merupakan perusahaan yang 100% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk
7) PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI)
     KTI merupakan perusahaan yang 100% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Perusahaan ini didirikan pada tahun 1996 yang berkantor pusat di Jl. Ir. Sutami, Kebonsari, Citangkil, Cilegon 42442, Banten. KTI merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Distributor dan Pengolahan Air yang telah diolah melalui water treatment plant.
8) PT Krakatau Medika (PT KM)
     KM merupakan perusahaan yang 97,55% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Pesero) Tbk.Perusahaan didirikan pada tahun 1996 di Jl. Semang Raya Cilegon-Banten-Indonesia 42435. PT KM bergerak dibidang Jasa Pelayanan Kesehatan. PT KM sebelumnya bernama Unit Rumah Sakit Krakatau Steel ,kemudian melalui Surat Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor: YM.02.04.2.2.488 tanggal 2 Juli 2003 namanya berubah menjadi Rumah Sakit Krakatau Medika (RSKM)
9) PT Krakatau Information Technology (PT KITech)
    Perusahaan ini merupakan perusahaan yang bergerak dibidang Jasa Teknologi Komputer. KITech didirikan tahun 1993 yang berlokasi kantor pusat di Wisma Baja Lantai 7 Jl. Gatot Subroto Kav.54 Jakarta, 12950, perusahaan juga menempat gedung di Jl. Raya Anyer Km.3, Cilegon. KITech juga merupakan perusahaan yang 100% saham kepemilikannya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
10) PT Meratus Jaya Iron & Steel (PT MJIS)
      MJIS merupakan  perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur besi dan baja. Perusahaan yang didirikan tahun 2012 ini berlokasi di Jakarta dengan 66,00% kepemilikan sahamnya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. 
11) PT Krakatau Nasional Resources (PT KNR)
       KRS merupakan perusahaan yang 100% kepemilikan sahamya dimiliki oleh PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. Perusahaan ini memulai usahanya tahun2013 yang berlokasi di Jakarta. KNR  bergerak dibidang Industri pengolahan hasil tambang . 

2. Penerapan IFRS (International Financial Reporting Standads) dalam Pelaporan Keuangan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk.
    Laporan Keuangan Konsolidasian PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. tahun 2014 telah disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang mencakup Pernyataan dan Interpretasi yang dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK) dan Peraturan-peraturan serta pedoman Penyajian dan Pengungkapan Laporan Keuangan yang diterbitkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
    Penyajian Laporan Keuangan disusun dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.1 (2013) yang diadopsi dari IAS 1. PSAK ini mengubah penyajian kelompok pos-pos dalam Penghasilan Komprehensif lain.
    Sedangkan Laporan Keuangan Tersendiri disusun dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) No.4 (2013) yang diadopsi dari IAS 27 hanya mengatur persyaratan akuntansi ketika entitas induk menyajikan laporan keuangan tersendiri sebagai informasi tambahan. Pengaturan akuntansi untuk laporan keuangan konsolidasian diatur dalam PSAK No.65. Berdasarkan PSAK No.65: Laporan Keuangan Konsolidasian yang diadopsi dari IRFS 10, ini menggantikan porsi PSAK No.4 (2009) mengenai pengaturan akuntansi untuk laporan keuangan konsolidasian, menetapkan prinsip penyusunan dan penyajian laporan keuangan konsolidasian ketika entitas mengendalikan satu atau lebih entitas lain.
    Adapun PSAK No.67 berisi tentang Pengungkapan Kepentingan dalam entitas Lain, yang diadopsi dari IFRS 12 dimana PSAK ini mencakup semua pengungkapan yang diatur sebelumnya dalam PSAK No.4 (2009), PSAK No.12 (2009) dan PSAK No.15 (2009). Pengungkapan ini terkait dengan kepentingan entitas dalam entitas-entitas lain.
    Laporan keuangan konsolidasian disusun berdasarkan konsep akrual, kecuali untuk laporan arus kas, dan dengan menggunakan konsep biaya historis, kecuali untuk beberapa akun tertentu yang diukur berdasarkan pengukuran sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut. Laporan arus kas konsolidasian yang disusun dengan menggunakan metode langsung, menyajikan penerimaan dan pengeluaran kas yang diklasifikasikan dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.

Sumber :

     Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Tugas Softskill Untuk Memenuhi Tugas Akuntansi Internasional.


                     Nama                :    Friska Rianawati
                     Dosen Matkul   :    Jessica B.,SE.,MMSi


UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI