SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NEGARA
(di benua AMERIKA, EROPA DAN ASIA)
Sistem akuntansi setiap negara tentunya
mempunyai aturan akuntansi (standar) yang berbeda-beda. Perbedaaan itu mencakup
perlakuan, metode, penyajian dan pelaporan. Perbedaan akuntansi tiap negara
akan menyulitkan bagi para pengguna laporan keuangan terutama bagi para analis,
auditor, investor dan kreditor yang lingkup kerjanya melewati batas negara. Era
globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang
dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara, atau diperlukan
adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional, dengan tujuan agar
dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan dan
mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif. Teknologi informasi yang
berkembang pesat membuat informasi menajdi tersedia di seluruh dunia. Pesatnya
teknologi informasi ini merupakan akses bagi banyak investor untuk memasuki
pasar modal diseluruh dunia, yang tidak terhalangi oleh batasn negara, misalnya
investor dari belanda bisa dengan mudah berinvestasi di jepang, amerika,
Singapore, atau bahkan Indonesia. Kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi apabila
perusahaan-perusahaan masih memakai prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda,
seperti Amerika memakai FASB dan US GAAP, Indonesia memakai PSAK-nya IAI, Uni
Eropa memakai IAS dan IASB.
Adapun beberapa sistem akuntansi
keuangan dibeberapa negara:
1.
Benua Amerika
a. Sistem Akuntansi Keuangan di Amerika Serikat
Akuntansi di Amerika Serikat diatur
badan sektor khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting
Standard Board – FASB), akan tetapi yang menjadi penyokong kewenangan terhadap
standarisasi mereka adalah agensi kepemerintahan komisi keamana dan kurs
(Securities and Exchange Commision – SEC). standar akuntansi secara historis
telah ditetapkan oleh American Institute of Certified Akuntan Publik (AICPA)
tunduk pada Securities and Exchange Commision peraturan. The AICPA pertama kali
membuat Komite Prosedur Akuntansi pada tahun 1939 dan diganti bahwa dengan
Prinsip Akuntansi Dewan pada tahun 1951. Pada tahun 1973, Dewan Prinsip
Akuntansi digantikan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) dibawah
pengawasan Yayasan Akuntansi Keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan Dewan
Pertimbangan melayani untuk menasihati dan memberikan masukan pada standar
akuntansi. Organisasi-organisasi lain yang terlibat dalam menentukan standar
akuntansi Amerika Serikat meliputi Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GASB),
terbentuk pada tahun 1984, dan perusahaan Publik Akuntansi Dewan Pengawas
(PCAOB). Amerika Serikat internasional dan US GAAP standar telah berkumpul,
maka Dewab Standar Akuntansi Internasional yang memproduksi Standar Pelaporan
Keuangan Internasional (IFRS) telah menjadi penting. Konsep Akuntansi yang umum
berlaku (GAAP) terdiri atas seluruh standar akuntansi keuangan, peraturan,
regulasi yang harus dipatuhi dalam mempersiapkan laporan keuangan.
Laporan
Keuangan di Amerika Serikat meliputi :
a.
Laporan
Manajemen
b.
Laporan auditor
independen
c.
laporan
keuangan Primer (Laporan Laba-Rugi, Neraca laporan arus kas, laba-rugi
komprehensif, perubahan ekuitas pemegang saham)
d.
Diskusi
manajemen dan analisa hasil operasional dan kondisi keuangan
e.
Penjelasan
mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laporan
keuangan, catatan atas laporan keuangan, perbandingan data keuangan selama 5
atau 10 tahun, data triwulan terpilih. Laporan keuangan Amerika Serikat yang
dipublikasikan biasanya tidak berisi laporan parent-company-only (induk perusahaan saja).
b.
Sistem
Akuntansi Keuangan di Meksiko
Meksiko adalah negara dengan
penduduk berbahasa Spanyol terbanyak di dunia dan negara dengan populasi
terbesar kedua di Amerika Latin. Meksiko memiliki free-market ekonomi yang
besar. Perjanjian yang paling penting untuk meksiko adalah perjanjian
perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement – NAFTA)
yang ditandatangani dengan Kanada dan Amerika Serikat tahun 1994. Mexican
Comercial Code dan hukum pendapatan pajak mengandung persyaratan untuk menjaga
kumpulan data pembukuan tertentu dan mempersiapkan laporan keuangan, akan
tetapi pengaruh mereka tehradap laporan keuangan secara umum tidaklah besar.
Mexican Institue of Public Accountants mengeluarkan standardisasi proses audit
melalui Auditing Standards and Procedurs
Commision. Profesi akuntan di Meksiko sudah berkembang, teratur dan dihormati
oleh komunitas bisnis. Institute Akuntan Publik Meksiko menerbitkan standar
akuntansi dan auditing di Meksiko. Standar akuntansi diakui memiliki kewenangan
oleh pemerintah secara khusus oleh Komisi Pasar Modal dan Perbankan Nasional,
yang mengatur Bursa Efek Meksiko. Di negara Meksiko dalam pengukuran akuntansi
metode ekuitas digunakan untuk apabila terdapat pengaruh, tetapi bukan kendali
yang umumnya berarti besarnya kepemilikan berkisar antara 10 hingga 50%.
Laporan
keuangan konsolidasian komparatif harus disusun terdiri dari:
a.
Neraca
b.
laporan
laba rugi
c.
laporan
perubahan ekuitas pemegang saham
d.
laporan
perubahan posisi keuangan dan catatan.
Laporan keuangan harus disesuaikan
terhadap inflasi. Efek penyesuaian tersebut ditunjukkan pada laporan perubahan
ekuitas pemegang saham yang sama dengan laporan arus kas serta terbagi ke dalam
aktivitas operasional, investasi dan keuangan. Bagaimanapun, karena disiapkan
dalam nilai peso yang tetap, jumlah hasil tidak akan mempresentasikan arus kas
yang dimengerti berdasarkan akuntansi harga perolehan.
c.
Sistem
Akuntansi Keuangan di Argentina
Akuntansi argentina berfokus pada
pemenuhan kebutuhan kreditor dan pemungut pajak. Kebijakan keuangan di
argentina mewajibabkan pelaporan keuangan tahunan dan perusahaan public juga
orang keuangan tahunan dan perusahaan public juga harus mengeluarkan pernyataan
setiap kuartal.
Argentina memiliki sistem akuntansi
yang unik di Amerika Latin. Standar akuntansi mereka ditetapkan oleh FACPCE,
tapi FACPCE berbeda dengan negara latin lainnya. FACPCE terdiri dari 24 dewan
terpisah yang datang bersama untuk membuat resolusi teknikal (TR), yang mana
berkaitan dengan norma akuntansi pada subjek tertentu. Setiap anggota dewan
mewakili yuridikasi yang berbeda di Argentina. Tingkat inflasi di argentina
beberapa tahun lalu sangat tinggi, konsep dari level harga umum (GPL) menjadi
pertimbangan utama dalam formulasi standar akuntansi. Konsep GPL tidak diterima
pemerintah, FACPCE membolehkan penggunaan GPL accounting jika tingkat inflasi
berada dibawah 8%, FACPCE melakukan harmonisasi standar dengan IFRS.
d.
Sistem
Akuntansi Keuangan di Brazil
Di Brazil warisan kebudayaan
Portugis adalah faktor yang sangat mempengaruhi. Tradisi akuntansi di Brazil
memberikan pilihan informasi yang dibutuhkan oleh petugas pajak dan kreditor.
Pasar modal Brazil meskipun kecil dibandingkan dengan inggris dan Amerika
adalah salah satu pasar utama di Amerika Latin dan pertumbuhannya amat penting.
Profesi akuntan di Brazil tidak begitu berkembang seperti negara Anglo-Saxon,
tetapi institute untuk akuntan Brazil (IBRACON) dan Dewan Akuntansi Federal
telah mengeluarkan standar akuntansi yang diterima secara umum (GAAP) sebagai
prinsip akuntansi yang bertujuan untuk mengembangkan akuntansi di negara
Brazil.
2. Benua
Eropa
a. Sistem Akuntansi Keuangan di Prancis
Akuntansi
di prancis sangat terkait dengan kode sehingga sangat mungkin untuk melewatkan
kenyataan bahwa legislasi hukum komersial (yaitu code de commerce) dan hukum
pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntansi dan pelaporan keuangan di
prancis. Dasar utama aturan akuntansi di Prancis adalah Hukum Akuntansi 1983
dan dekrit akuntansi 1983, yang membuat Plan
Comptable General wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen
tersebut menjadi bagian dari Code de
Commerce. Legislasi komersial dalam Code
de Commerce mengandung ketentuan akuntansi dan pelaporan yang ekstensif.
Hukum pajak juga memengaruhi akuntansi di Prancis secara signifikan.
Beban-beban usaha dapat dikurangkan untuk perhitungan pajak hanya jika beban
tersebut sepenuhnya terjadi dan tercemin dalam laporan keuangan tahunan.
Ciri
khusus akuntansi prancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan
perusahaan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang
dikonsolidasikan. Akuntansi di prancis memiliki karakteristik ganda: perusahaan
secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha
konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan
secara individual merupakan dasar hukum untuk membagikan dividend an menghitung
pendapatan kena pajak.
b. Sistem akuntansi keuangan di Jerman
Jerman
merupakan salah satu pendukung paling loyal atas prinsip biaya historis di
dunia. Perilaku antiinflasi yang kuat merupakan hasil dari kerusakan akibat dua
periode inflasi yang sangat menghancurkan jerman pada abad ke-20). Komite
standar akuntansi jerman (German Accounting Standards Committee – GASC) atau
dalam bahasa jerman, Deutsches Rechnungslegungs Standard Committee (DRSC)
didirikan tidak lama sesudah itu dan langsung diakui oleh Kementrian Kehakiman
sebagai pihak berwenang dalam menetapkan standar di Jerman. GASC membawahi
Badan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Board – GASB) yang
melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi. GSAB terdiri
dari tujuh ahli independen yang berlatar belakang dibidang auditing, analisis
keuangan, akademik, dan industry. Sistem penerapan standar akuntansi yang baru
di jerman secara garis besar mirip dengan sistem yang ada di Inggris dan
Amerika Serikat.
Akuntan
public bersertifikat di jerman disebut sebagai Wirtschaftsprufer (WP) atau pemeriksaan perusahaan. Oleh hukum WP
diwajibkan untuk bergabung dalam Kamar Akuntan Resmi (Wirtschaftspruferkammer) yang didirikan pada tahun 1971 sebagai
badan pengatur bagi WP. Menurut standar internasional profesi audit di jerman
terbilang kecil.
c. Sistem akuntansi keuangandi Belanda
Akuntansi
di Belanda memiliki beberapa paradox yang menarik. Belanda memiliki ketentuan
akuntansi dan pelaporan keuangan yang relative permisif. Undang-undang
tahun1970 mendorong pembentukan Kelompok Studi Akuntansi Tiga Pihak (Tripartit)
(yang digantikan oleh Dewan Pelaporan Tahunan pada tahun 1981) dan melahirkan
Kamar Dagang. Auditing di Belanda
nerupakan profesi yang mengatur diri sendiri. Badan pengaturnya adalah Institut
Akuntan Terdaftar Belanda (NivRA) yang memiliki sekitar 13.000 anggota. NivRA
memiliki otonomi penuh dalam penentuan standar audit dank ode etik professional
yang kuat memiliki status wajib.
d. Sistem Akuntansi Keuangan di Inggris
Akuntansi
di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragmatis
menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Warisan Akuntansi Inggris bagi dunia
sangat penting. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan
profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Dua sumber utama standar akuntansi
keuangan di Ingrris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi. Undang –
undang tahun 1981 juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi:
-
Pendapatan
dan beban harus ditandingkan menurut dasar akrual
-
Pos
aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban
dinilai secara terpisah.
-
Prinsip
konservatisme diterapkan
-
Penerapan
kebijakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan.
-
Prinsip
kelangsungan usaha diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi.
Penetapan
standar akuntansi di Inggris berkembang dari rekomendasi atas prinsip akuntansi
(yang dikeluarkan oleh institute akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales)
HINGGA PEMBENTUKAN Komite Pengarah Standar Akuntansi (Accounting Standards
Steering Committee) pada tahun 1970, yang kemudian dinamakan sebagai Komite
Standar Akuntansi (Acoounting Standards Committee – ASC). ASC mengeluarkan
Pernyataan Praktik Akuntansi Standar (Statements on Standard Acoounting Pratice
– SSAP).
e.
Sistem
akuntansi kauangan Republik Ceko
Republic Ceko (RC) berlokasi di
Eropa Tengah yang berbatasan dengan Jerman di sebelah barat dan barat daya,
Austria di selatan, Republik Slowakia di timur dan Polandia di utara. Akuntansi
di Republika Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke-20, yang
mencerminkan sejarah politiknya. Akuntansi di Republik Ceko dipengaruhi oleh
hukum Komersial, Undang-Undang Akuntansi dan keputusan Kementrian Keuangan.
3. Benua
Asia
a.
Sistem
akuntansi di Jepang
Pembukuan
dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh
domestic dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki
tanggung jawab regulasi akuntansi dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari
undang-undang pajak penghasilan perusahaan Jepang. Pada setengah awal abad
ke-20, pemikiran akuntansi merupakan refleksi adanya pengaruh Jerman, sisa abad
selanjutnya adalah pemikiran AS. Pada 2001 terjadi perubahan yang besar dengan
pembentukan organisasi organisasi pengaturan standarisasi akuntansi sektor
swasta.
Pemerintah nasional memiliki
pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi
berdasarkan pada tiga badan hukum undang-undang perusahaan, undang-undang pajak
penghasilan perusahaan. Ketiga badan hukum tesebut saling berhubungan dan
berinteraksi satu sama lain. Praktisi terkemuka Jepang menggambarkan situasi
tersebut sebagai “sistem legal triangular”. Japanese institute of Certified
Publik Accountants (JICPA) merupakan organisasi profesional dari CPAs di
jepang. Sebagai tambahan untuk memberikan panduan mengenai pelaksanaan audit,
JICPA mengeluarkan panduan mengenai permaslahan akuntansi, serta menyediakan
input bagi ASBJ dalam mengembangkan standardisasi akuntansi. Standardisasi
proses audit yang berlaku umum dikeluarkan oleh BAC daripada JICPA. Certified
Public Accountant and Auditing Oversight Board dibentuk pada tahun 2003. Agensi
pemerintah, didesain untuk mengawasi dan mengontrol auditor serta meningkatkan
kualitas audit di jepang. Hal ini dicantumkan dalam FSA pada tahun 2004.
b.
Sistem
Akuntansi Keuangan di India
India
berada di belahan benua Asia Selatan, dengan Pakistan di sebelah barat, Cina,
Nepal dan Bhutan di sebelah utara, dan Bangladesh sebelah timur. Dari tahun
1947 sampai akhir 1970-an, ekonomi India digolongkan dengan bergaya program
sosial pemerintah terpusat dan industry pengganti barang impor. Dua sumber
utama standar akuntansi keuangan di India adalah lembaga hukum dan profesi
akuntansi. Penetapan lembaga pertama diatur dalam undang-undang tahu 1857, dan
hukum pertama berhubungan dengan pemeliharaan dan pemeriksaan catatan akuntansi
yang telah dilaksanakan tahun 1866, bersama dengan kualifikasi resmi auditor
pertama. Keduanya belandasan hukum inggris. Pelaporan keuangan ditujukan pada
saat presantasi wajar dan ada profesi akuntansi independen yang mengatur
standar akuntansi dan proses audit.
c.
Sistem
akuntansi keuangan di China
Karakteristik utama akuntansi di
Cina saat ini berasal dari pendirian Republic Rakyat Cina pada tahun 1949. Cina
menerapkan suatu perekonomian terencana yang sangat terpusat, yang mencerminkan
prinsip-prinsip Marxisme dan pola-pola yang dianut Uni Soviet dimana Negara
mengendalikan hak untuk menggunakan dan distribusi seluruh alat produksi dan
memberlakukan perencanaan dan kendali yang kaku atas perekonomian. Pada Akhir
tahun 1970-an, para pemimpin Cina mulai untuk Mengubah ekonomi mulai dari
perencanaan pusat bergaya soviet menjadi lebih berorientasi pasar tetapi masih
berada di bawah kendali partai komunis. Akuntansi di Cina memiliki Sejarah yang
Panjang. Berfungsinya akuntansi dalam hal pertanggung jawaban dapat dilacak
jauh ke belakang hingga tahun 2200 SM selama Dinasti Hsiu dan sejumlah dokumen
menunjukkan bahwa akuntansi digunakan untuk mengukur kekayaaan dan
membandingkan pencapaian di kalangan bangsawan dan Putri-Putri pada dinasti Xia
(tahun 2000-1500 SM). Konfusius Muda ( 551-479 SM ) dulunya pernah menjadi
seorang manajer gudang dan tulisanya menebutkan bahwa pekerjaannya meliputi
akuntansi yang seharusnya – membuat catatan penerimaan dan pengeluaran setiap
harinya.
Pada Akhir tahun 1970-an, para
pemimpin Cina mulai untuk Mengubah ekonomi mulai dari perencanaan pusat bergaya
soviet menjadi lebih berorientasi pasar tetapi masih berada di bawah kendali
partai komunis. Akuntansi di Cina memiliki Sejarah yang Panjang. Berfungsinya
akuntansi dalam hal pertanggung jawaban dapat dilacak jauh ke belakang hingga
tahun 2200 SM selama Dinasti Hsiu dan sejumlah dokumen menunjukkan bahwa
akuntansi digunakan untuk mengukur kekayaaan dan membandingkan pencapaian di
kalangan bangsawan dan Putri-Putri pada dinasti Xia (tahun 2000-1500 SM).
Konfusius Muda ( 551-479 SM ) dulunya pernah menjadi seorang manajer gudang dan
tulisanya menebutkan bahwa pekerjaannya meliputi akuntansi yang seharusnya –
membuat catatan penerimaan dan pengeluaran setiap harinya.
d. Sistem Akuntansi Keuangan di Indonesia
Sistem akuntansi
di Indonesia menggunakan prinsip – prinsip akuntansi berterima (yang berlaku)
umum atau istilahnya PABU yang disusun oleh IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia)
yang terbit dalam bentuk buku bernama SAK (Standar Akuntansi Keuangan). Dahulu
sebelum SAK, dikenal PAI
(Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia). Di dunia ada banyak sistem akuntansi
yang berbeda-beda. Saaat ini sistem akuntansi di Indonesia mengacu pada standar
akuntansi Amerika atau GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) yang
disusun oleh FSAB (Financial & Accounting Standards Board) yang terbit
dalam bentuk buku bernama SFAS(Statements of Financial and Accounting
Standards). Beberapa tahun yang lalu, sebelum akuntansi kita mengacu pada
akuntansi Amerika, Indonesia menerapkan sistem pembukuan Belanda yang dikenal
dengan istilah tata buku (book keeping). Dengan adanya standar yang berbeda –
beda maka dirasa perlu munculnya akuntansi internasional yang diharapkan mampu
mengatasi perbedaan akuntansi yang ada di banyak negara.
e. Sistem akuntansi keuangan di Thailand
Satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak mengalami
kolonisasi. Sistem akuntansi yang berlaku menunjukkan nilai transparansi dan
informasi yang dibutuhkan investor seperti pada negara-negara Anglo-Amerika.
Standar akuntansi di Thailand diterbitkan oleh Institut of Certified
Accountants and Auditors of Thailand (ICAAT) yang didirikan tahun 1948. Namun
harus mendapat persetujuan menteri perdagangan sebelum perusahaan diwajibkan
memakainya. Sampai saat ini, ICAAT telah mengadopsi 21 dari standar IAS.
Thailand SEC mewajibkan seluruh perusahaan yang tercatat di bursa Thailand untuk diaudit oleh
Akuntan Publik.
Referensi:
-
Perbandingan
akuntansi internasional asia dan eropa, Akuntansi Internasional, Data Catatan
Study.
-
Natalia
titiek wiyani, S.Pd. Standarisasi, Harmonisasi dan Konvergensi IFRS
(International Finance Reporting Standards and
Practices). (Diakses pada,24 maret 2016. 15:38)
-
Intenational
Accounting, buku 1 edisi 5, Frederick D.S.Choi dan Gary K.Meek, 2006. Salemba
empat
Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Mengetahui Tugas Mata Kuliah
Akuntansi Internasional
Nama :
F. Rianawati
Dosen :
Jessica B, S.E., Mmsi.
UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI