Selasa, 29 Maret 2016

Tugas 1 - PERBANDINGAN AKUNTANSI DI EROPA, AMERIKA DAN ASIA

 A.  Analisa Komparatif Akuntansi di AMERIKA, EROPA dan ASIA
Akuntansi memiliki fungsi yang demikian penting dalam kehidupan bisnis dan keuangan. Seiring dengan bisnis dan pasar keuangan yang telah banyak menuju internasionalisasi, begitu juga  dengan perbedaan dalam akuntansi internasional yang menjadi lebih penting dari sudut pandang analisis pernyataan keuangan internasional. Adapun beberapa aspek yang menyebabkan terjadinya perbedaan akuntansi di dunia antara lain:
a)      Pertumbuhan Ekonomi, Semakin pesat pertumbuhan ekonomi semakin berkembang kegiatan bisnis dengan demikian juga demakin besar tuntutan informasi akuntansi perusahaan dari pemakai informasi.
b)      Inflasi, Bagi negara-negara yang berpengalaman mengalami inflasi cukup tinggi standar akuntansinya mencakup standar akuntansi inflasi, sedangkan bagi negara-negara yang tidak pernah atau tidak sadar akan inflasi standar akuntansinya tidak mencakup masalah-masalah inflasi.
c)      Sistem Politik, Untuk negara-negara yang menganut sisttem demokrasi, laporan keuangan yang disusun perusahaan di negara tersebut cenderung lebih transparan, lebih rinci dan lengkap. Hal ini disebabkan oleh tuntutan pemakai informasi yang kedudukannya kuat relatif sama dengan perusahaan atau organisasi penyaji informasi keuangan.
d)     Pendidikan, Semakin maju pendidikan suatu negara semakin banyak ahli-ahli di bidang akuntansi. Semakin banyak akuntan ahli semakin canggih informasi akuntansi yang dapat diberikan kepada pemakai informasi. Dengan semakin maju tingkat pendidikan akuntansi, semakin banyak pula aktivitas riset di bidang akuntansi yang akan menambah kualitas standar dan praktik-praktik akuntansi.
e)      Profesi Akuntan, Semakin maju ttingkat pendidikan dan ekonomi suatu negara, profesi akuntan juga semakin kuat dan kemungkinan besar profesi tersebut dapat mendorong perbaikan dan pengembangan akuntansi, baik standar maupun praktik akuntansi.
f)       Peraturan Perpajakan, Undang-undang pajak di suatu negara mempunyai pengarruh terhadap perkembangan standar dan praktik akuntansi.
g)      Pasar  Uang dan Modal, Semakin maju pasar uang dan pasar modal di suatu negara maka semakin maju pula akuntansinya. Hal ini disebabkan oleh persyaratan perusahaan yang akan mendaftarkan sebagai perusahaan go public di pasar modal atau akan mendapatkan pinjaman di pasar uang, persyaratan tersebut adalah penyusunan laporan keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi keuangan dan harus disudit oleh akuntan publik.
h)      Adanya perbedaan akuntansi di Seluruh dunia sudah tidak diragukan lagi  cukup signifikan untuk membuat pekerjaan dari analis keuangan sangat sulit dalam periode pembuatan perbandingan internasional.
            Setiap Negara memiliki sitem akuntansi yang berbeda-beda. Oleh karenanya, sering kita membandingkan  system akuntansinya antar negara tersebut. Seperti sistem akutansi di benua Amerika, Eropa dan Esia. Sistem Akuntansi  di Amerika bersifat common law dan diatur badan sektor khusus dewan standar akuntansi keuangan (Financial Accounting Standard Board – FASB) namun untuk kewenangannya dibawah SEC (Securities and Exchange Commisson) yaitu SEC memiliki kewenangan penuh untuk menjelaskan standart akuntansi dan laporan perusahaan public akan tetapi bergantung pada sektor swasta dalam penerapan standarisasi tersebut. Sistem akuntansi di benua amerika banyak sekali kemiripan dengan Inggris. Akuntansi Amerika lebih focus pada perusahaa besar dan ketertarikan investor, kebutuhan kreditor dan pengguna yang lainnya. System yang dianut amerika tidak memiliki persyaratan legal untuk publikasi mengenai laporan audit periodik keuangan.
            Sedangkan Akuntansi di Eropa menurut sejarah didasarkan pada konsep sosialis yang berfokus kepada rencana ekonomi. Akuntansi mereka juga condong kearah kebutuhan petugas pajak dan fokus sedikit kearah pencerminan laba perusahaan. Tetapi dalam beberapa tahun terakhir ,negara eropa di timur telah menerapkan transisi dari negara sosialis menuju ke gaya ekonomi pasar barat.
            Berbeda lagi dengan system akuntansi di Asia yang mempunyai sejarah penjajahan panjang. Banyak negara berkembang di Asia mengalami kemunduran kepercayaan diri dalam pasar keuangan, yang berujung pada krisis financial. Salah satu jalan keluar dari hal ini adalah meningkatkan kualitas dan transparansi akuntansi dengan cara mengadopsi kualitas dan transparansi akuntansi internasional.

B.        Standar dan Praktik Akuntansi Amerika, Eropa, dan Asia
            Standar akuntansi secara umum diterima sebagai aturan baku, yang didukung oleh sanksi-sanksi untuk setiap ketidakpatuhan (Belkaousi, 2006 dalam Chariri dan Kusuma, 2010). Standar akuntansi yang berkualitas sangat penting untuk pengembangannkualitas struktur pelaporan keuangan global.
·         Standar Akuntansi
            Standar akuntansi merupakan hasil dari penetapan standar. Dalam perkembangannya, terdapat banyak dan berbedanya standar akuntansi yang berlaku sehingga menimbulkan masalah keterbandingan laporan keuangan. Setiap negara tentunya mempunyai aturan akuntansi (standar) yang berbeda-beda. Standar tersebut diperlukan karena banyaknya pengguna laporan keuangan. Jika tidak terdapat standar, perusahaan dapat saja menyajikan laporan keuangan yang mereka miliki sesuai dengan kehendak mereka sendiri. Perbedaan standar mencakup perlakuan, metode, penyajian dan pelaporan. Perbedaan akuntansi tiap negara akan menyulitkan bagi para pengguna laporan keuangan terutama bagi para analis, auditor, investor dan kreditor yang lingkup kerjanya melewati batas negara. Ketika dunia bisnis dapat dikatakan hampir tanpa batas negara, sumber daya produksi (misal uang) yang dimiliki oleh seorang investor di satu negara tertentu dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat ke negara lain. Standar Akuntansi Internasional (International Accounting Standards / IAS) disusun oh empat organisasi utama dunia. Organisasi tersebut yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) , Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC). Menurut Choi et al (1999) Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB) yang dahulu bernama Komisi Standar Akuntansi Internasional (AISC), merupakan lembaga independen untuk menyusun standar akuntansi. Organisasi ini memiliki tujuan mengembangkan dan mendorong penggunaan standar akuntansi global yang berkualitas tinggi, dapat dipahami dan dapat diperbandingkan.
            Komisi Masyarakat Eropa (EC) menekankan negara-negara anggota untuk menggunakan standar akuntansi internasional guna memasuki pasar modal pada banyak negara, sehingga mengurangi masalah operasional perusahaan multinasional dalam skala internasional. Penerapan standar akuntansi internasional di eropa lebih bermotif untuk mempermudah  jalan masuk kepasar modal dibanyak negara, khususnya Amerika Serikat dan negara negara lokasi anak perusahaan.
·         Praktik Akuntansi
            Pada Indonesia cara yang ditempuh adalah memilih untuk melakukan adopsi. Namun bukan adopsi penuh, mengingat adanya perbedaan sifat bisnis dan regulasi di Indonesia. Oleh karena itu, saat ini Standar Akuntansi Keuangan milik Indonesia sebagian besar sudah sama dengan IFRS. Indonesia melakukan konvergensi IFRS ini karena Indonesia sudah memiliki komitmen dalam kesepakatan dengan negara-negara G-20. DSAK (Dewan Standar Akuntansi Keuangan) berkomitmen bahwa konvergensi pada tahun 2008 ini harus dibayar dengan masih tingginya tingkat suku bunga kredit untuk Indonesia yang ditetapkan oleh World Bank. DSAK mengkonvergensikan PSAK secara penuh dengan IFRS melalui 3 tahapan, yaitu tahap adopsi, persiapan akhir, dan implementasi. Namun adopsi dan implementasi standar akuntansi internasional (IAS) yang sekarang menjadi IFRS bukanlah suatu yang mudah, bebeerapa permasalahann akan dihadapi oleh tiap negara. permasalahan yang dihadapi diantaranya adalah masalah penerjemahan standar itu sendiri, ketidaksesuaian antara IFRS dengan hukum nasional, struktur dan kompleksitas standar internasional.
            Tidak dapat dipungkiri bahwa pengaruh Amerika dalam kancah internasional sangat kuat dalam hamper segala aspek kehidupan. Kita sering mengalami kesulitan saat membedakan mana internasional dan mana yang Amerika. Akuntansi di Amerika bersifat Common Law dan diatur oleh sektor khusus Dewan Standart Akuntansi Keuangan (Financial Acoounting Standard Board – FSAB), standar akuntansi yang berlaku di Amerika Serikat tersebut diikuti oleh beberapa negara, baik secara langsung maupun modifikasi. Sementara International Accounting Standards (IASs), yang dikeluarkan oleh International Accounting Standards Committee (IASC). Pada tahun 2002 FSAB dan IASB menandatangani Norwalk Agreement dengan tujuan untuk menghilangkan perbedaan yang muncul diantara standarisasi mereka serta mengkoordinasikan agenda pengaturan standarisasi sehingga permasalahan utama yang muncul dapat diselesaikan bersama. Pada tahun yang sama, 2002 ditandatangani UUSarbanes-Oaxley Act yang secara signifikan memperluas persyaratan AS dalam perusahaan pemerintah, penjelasan, dan laporan serta regulasi proesi audit.
Kecenderungan dalam laporan keuangan mengahadap kearah kewajaran penyajian, setidaknya bagi laporan keuangan gabungan. Pada tahun 2002, uni eropa menyetujui sebuah aturan akuntansi yang mengharuskan semua perusahaan Uni eropa yang terdaftar dalam sebuah pasar resmi untukmengikuti IFRS dalam laporan keuangan gabungan mereka, dimulai pada tahun 2005. Untuk memahami akuntansi eropa, seseorang harus bisa memahami IFRS dan persyaratan akuntansi setempat. Banyak perusahaan akan memilih untuk mengikuti persyaratan setempat diperusahaan-perusahaan dimana IFRS digunakan.

REFERENSI :
Rindu Rika Gamayuni, 2009. “Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia Menuju International Financial Reporting Standards”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan; Vol.14 Nomor 2, Juli. Universitas Lampung (Diakses pada,24  Maret 2016. 10:28 WIB).
Natalia Titiek Wiyani, S.Pd. Standarisasi, Harmonisasi dan Konvergensi IFRS (International Finance Reporting Standar and Practices). Diakses pada, 23Maret 2016. 15:34 WIB).
Allan Moechamad Z.K et.al, 2013. “Akuntansi Komparatif : Eropa”. Universitas Swadaya Gunung Jati. (diakses pada, 24 Maret 2016. 11.00 WIB).
Heri Sukendar, W. Konvergensi Standar Laporan Keuangan Ke Standar Pelaporan Keuangan Internasional – Journal the winner, Vol.10 No.1, Maret 2009:10-21. Universitas Bina Nusantara (diakses pada, 24 Maret 2016. 11.00 WIB).
Frederick D.S. Choi, dan Gary K. Meek, International Accounting, Jakarta: Salemba Empat,2010.

Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Mengetahui Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional
                        Nama               : F. Rianawati
                        Dosen              : Jessica B, S.E., Mmsi.

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI




1 komentar:

  1. Perbedaan disebebkan karena perbedaan budaya, landasan hukum, sistem perekenomian

    BalasHapus