Selasa, 29 Maret 2016

Tugas 2 - SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NEGARA (dari benua AMERIKA, EROPA DAN ASIA)

SISTEM AKUNTANSI KEUANGAN NEGARA (di benua AMERIKA, EROPA DAN ASIA)

            Sistem akuntansi setiap negara tentunya mempunyai aturan akuntansi (standar) yang berbeda-beda. Perbedaaan itu mencakup perlakuan, metode, penyajian dan pelaporan. Perbedaan akuntansi tiap negara akan menyulitkan bagi para pengguna laporan keuangan terutama bagi para analis, auditor, investor dan kreditor yang lingkup kerjanya melewati batas negara. Era globalisasi saat ini menuntut adanya suatu sistem akuntansi internasional yang dapat diberlakukan secara internasional di setiap negara, atau diperlukan adanya harmonisasi terhadap standar akuntansi internasional, dengan tujuan agar dapat menghasilkan informasi keuangan yang dapat diperbandingkan dan mempermudah dalam melakukan analisis kompetitif. Teknologi informasi yang berkembang pesat membuat informasi menajdi tersedia di seluruh dunia. Pesatnya teknologi informasi ini merupakan akses bagi banyak investor untuk memasuki pasar modal diseluruh dunia, yang tidak terhalangi oleh batasn negara, misalnya investor dari belanda bisa dengan mudah berinvestasi di jepang, amerika, Singapore, atau bahkan Indonesia. Kebutuhan ini tidak bisa terpenuhi apabila perusahaan-perusahaan masih memakai prinsip pelaporan keuangan yang berbeda-beda, seperti Amerika memakai FASB dan US GAAP, Indonesia memakai PSAK-nya IAI, Uni Eropa memakai IAS dan IASB.

Adapun beberapa sistem akuntansi keuangan dibeberapa negara:
1.      Benua Amerika
a.       Sistem Akuntansi Keuangan di Amerika Serikat
            Akuntansi di Amerika Serikat diatur badan sektor khusus Dewan Standar Akuntansi Keuangan (Financial Accounting Standard Board – FASB), akan tetapi yang menjadi penyokong kewenangan terhadap standarisasi mereka adalah agensi kepemerintahan komisi keamana dan kurs (Securities and Exchange Commision – SEC). standar akuntansi secara historis telah ditetapkan oleh American Institute of Certified Akuntan Publik (AICPA) tunduk pada Securities and Exchange Commision peraturan. The AICPA pertama kali membuat Komite Prosedur Akuntansi pada tahun 1939 dan diganti bahwa dengan Prinsip Akuntansi Dewan pada tahun 1951. Pada tahun 1973, Dewan Prinsip Akuntansi digantikan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (FASB) dibawah pengawasan Yayasan Akuntansi Keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan Dewan Pertimbangan melayani untuk menasihati dan memberikan masukan pada standar akuntansi. Organisasi-organisasi lain yang terlibat dalam menentukan standar akuntansi Amerika Serikat meliputi Dewan Standar Akuntansi Pemerintahan (GASB), terbentuk pada tahun 1984, dan perusahaan Publik Akuntansi Dewan Pengawas (PCAOB). Amerika Serikat internasional dan US GAAP standar telah berkumpul, maka Dewab Standar Akuntansi Internasional yang memproduksi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) telah menjadi penting. Konsep Akuntansi yang umum berlaku (GAAP) terdiri atas seluruh standar akuntansi keuangan, peraturan, regulasi yang harus dipatuhi dalam mempersiapkan laporan keuangan.
Laporan Keuangan di Amerika Serikat meliputi :
a.       Laporan Manajemen
b.      Laporan auditor independen
c.       laporan keuangan Primer (Laporan Laba-Rugi, Neraca laporan arus kas, laba-rugi komprehensif, perubahan ekuitas pemegang saham)
d.      Diskusi manajemen dan analisa hasil operasional dan kondisi keuangan
e.       Penjelasan mengenai kebijakan akuntansi dengan dampak yang paling kritis pada laporan keuangan, catatan atas laporan keuangan, perbandingan data keuangan selama 5 atau 10 tahun, data triwulan terpilih. Laporan keuangan Amerika Serikat yang dipublikasikan biasanya tidak berisi laporan parent-company-only (induk perusahaan saja).

b.      Sistem Akuntansi Keuangan di Meksiko
            Meksiko adalah negara dengan penduduk berbahasa Spanyol terbanyak di dunia dan negara dengan populasi terbesar kedua di Amerika Latin. Meksiko memiliki free-market ekonomi yang besar. Perjanjian yang paling penting untuk meksiko adalah perjanjian perdagangan Bebas Amerika Utara (North American Free Trade Agreement – NAFTA) yang ditandatangani dengan Kanada dan Amerika Serikat tahun 1994. Mexican Comercial Code dan hukum pendapatan pajak mengandung persyaratan untuk menjaga kumpulan data pembukuan tertentu dan mempersiapkan laporan keuangan, akan tetapi pengaruh mereka tehradap laporan keuangan secara umum tidaklah besar. Mexican Institue of Public Accountants mengeluarkan standardisasi proses audit melalui  Auditing Standards and Procedurs Commision. Profesi akuntan di Meksiko sudah berkembang, teratur dan dihormati oleh komunitas bisnis. Institute Akuntan Publik Meksiko menerbitkan standar akuntansi dan auditing di Meksiko. Standar akuntansi diakui memiliki kewenangan oleh pemerintah secara khusus oleh Komisi Pasar Modal dan Perbankan Nasional, yang mengatur Bursa Efek Meksiko. Di negara Meksiko dalam pengukuran akuntansi metode ekuitas digunakan untuk apabila terdapat pengaruh, tetapi bukan kendali yang umumnya berarti besarnya kepemilikan berkisar antara 10 hingga 50%.
Laporan keuangan konsolidasian komparatif harus disusun terdiri dari:
a.       Neraca
b.      laporan laba rugi
c.       laporan perubahan ekuitas pemegang saham
d.      laporan perubahan posisi keuangan dan catatan.
            Laporan keuangan harus disesuaikan terhadap inflasi. Efek penyesuaian tersebut ditunjukkan pada laporan perubahan ekuitas pemegang saham yang sama dengan laporan arus kas serta terbagi ke dalam aktivitas operasional, investasi dan keuangan. Bagaimanapun, karena disiapkan dalam nilai peso yang tetap, jumlah hasil tidak akan mempresentasikan arus kas yang dimengerti berdasarkan akuntansi harga perolehan.


c.       Sistem Akuntansi Keuangan di Argentina
            Akuntansi argentina berfokus pada pemenuhan kebutuhan kreditor dan pemungut pajak. Kebijakan keuangan di argentina mewajibabkan pelaporan keuangan tahunan dan perusahaan public juga orang keuangan tahunan dan perusahaan public juga harus mengeluarkan pernyataan setiap kuartal.
            Argentina memiliki sistem akuntansi yang unik di Amerika Latin. Standar akuntansi mereka ditetapkan oleh FACPCE, tapi FACPCE berbeda dengan negara latin lainnya. FACPCE terdiri dari 24 dewan terpisah yang datang bersama untuk membuat resolusi teknikal (TR), yang mana berkaitan dengan norma akuntansi pada subjek tertentu. Setiap anggota dewan mewakili yuridikasi yang berbeda di Argentina. Tingkat inflasi di argentina beberapa tahun lalu sangat tinggi, konsep dari level harga umum (GPL) menjadi pertimbangan utama dalam formulasi standar akuntansi. Konsep GPL tidak diterima pemerintah, FACPCE membolehkan penggunaan GPL accounting jika tingkat inflasi berada dibawah 8%, FACPCE melakukan harmonisasi standar dengan IFRS.

d.      Sistem Akuntansi Keuangan di Brazil
            Di Brazil warisan kebudayaan Portugis adalah faktor yang sangat mempengaruhi. Tradisi akuntansi di Brazil memberikan pilihan informasi yang dibutuhkan oleh petugas pajak dan kreditor. Pasar modal Brazil meskipun kecil dibandingkan dengan inggris dan Amerika adalah salah satu pasar utama di Amerika Latin dan pertumbuhannya amat penting. Profesi akuntan di Brazil tidak begitu berkembang seperti negara Anglo-Saxon, tetapi institute untuk akuntan Brazil (IBRACON) dan Dewan Akuntansi Federal telah mengeluarkan standar akuntansi yang diterima secara umum (GAAP) sebagai prinsip akuntansi yang bertujuan untuk mengembangkan akuntansi di negara Brazil.

2.      Benua Eropa
a.       Sistem Akuntansi Keuangan di Prancis
            Akuntansi di prancis sangat terkait dengan kode sehingga sangat mungkin untuk melewatkan kenyataan bahwa legislasi hukum komersial (yaitu code de commerce) dan hukum pajak sebenarnya menentukan banyak praktik akuntansi dan pelaporan keuangan di prancis. Dasar utama aturan akuntansi di Prancis adalah Hukum Akuntansi 1983 dan dekrit akuntansi 1983, yang membuat Plan Comptable General wajib digunakan oleh seluruh perusahaan. Kedua dokumen tersebut menjadi bagian dari Code de Commerce. Legislasi komersial dalam Code de Commerce mengandung ketentuan akuntansi dan pelaporan yang ekstensif. Hukum pajak juga memengaruhi akuntansi di Prancis secara signifikan. Beban-beban usaha dapat dikurangkan untuk perhitungan pajak hanya jika beban tersebut sepenuhnya terjadi dan tercemin dalam laporan keuangan tahunan.
            Ciri khusus akuntansi prancis adalah terdapatnya dikotomi antara laporan keuangan perusahaan secara tersendiri dengan laporan keuangan kelompok usaha yang dikonsolidasikan. Akuntansi di prancis memiliki karakteristik ganda: perusahaan secara tersendiri harus mematuhi peraturan yang tetap, sedangkan kelompok usaha konsolidasi memiliki fleksibilitas lebih besar. Akuntansi untuk perusahaan secara individual merupakan dasar hukum untuk membagikan dividend an menghitung pendapatan kena pajak.

b.      Sistem akuntansi keuangan di Jerman
            Jerman merupakan salah satu pendukung paling loyal atas prinsip biaya historis di dunia. Perilaku antiinflasi yang kuat merupakan hasil dari kerusakan akibat dua periode inflasi yang sangat menghancurkan jerman pada abad ke-20). Komite standar akuntansi jerman (German Accounting Standards Committee – GASC) atau dalam bahasa jerman, Deutsches Rechnungslegungs Standard Committee (DRSC) didirikan tidak lama sesudah itu dan langsung diakui oleh Kementrian Kehakiman sebagai pihak berwenang dalam menetapkan standar di Jerman. GASC membawahi Badan Standar Akuntansi Jerman (German Accounting Standards Board – GASB) yang melakukan pekerjaan teknis dan mengeluarkan standar akuntansi. GSAB terdiri dari tujuh ahli independen yang berlatar belakang dibidang auditing, analisis keuangan, akademik, dan industry. Sistem penerapan standar akuntansi yang baru di jerman secara garis besar mirip dengan sistem yang ada di Inggris dan Amerika Serikat.
            Akuntan public bersertifikat di jerman disebut sebagai Wirtschaftsprufer (WP) atau pemeriksaan perusahaan. Oleh hukum WP diwajibkan untuk bergabung dalam Kamar Akuntan Resmi (Wirtschaftspruferkammer) yang didirikan pada tahun 1971 sebagai badan pengatur bagi WP. Menurut standar internasional profesi audit di jerman terbilang kecil.

c.       Sistem akuntansi keuangandi Belanda
            Akuntansi di Belanda memiliki beberapa paradox yang menarik. Belanda memiliki ketentuan akuntansi dan pelaporan keuangan yang relative permisif. Undang-undang tahun1970 mendorong pembentukan Kelompok Studi Akuntansi Tiga Pihak (Tripartit) (yang digantikan oleh Dewan Pelaporan Tahunan pada tahun 1981) dan melahirkan Kamar Dagang.  Auditing di Belanda nerupakan profesi yang mengatur diri sendiri. Badan pengaturnya adalah Institut Akuntan Terdaftar Belanda (NivRA) yang memiliki sekitar 13.000 anggota. NivRA memiliki otonomi penuh dalam penentuan standar audit dank ode etik professional yang kuat memiliki status wajib.

d.      Sistem Akuntansi Keuangan di Inggris
            Akuntansi di Inggris berkembang sebagai cabang ilmu yang independen dan secara pragmatis menyikapi kebutuhan dan praktik usaha. Warisan Akuntansi Inggris bagi dunia sangat penting. Inggris merupakan negara pertama di dunia yang mengembangkan profesi akuntansi yang kita kenal sekarang. Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di Ingrris adalah hukum perusahaan dan profesi akuntansi. Undang – undang tahun 1981 juga menetapkan lima prinsip dasar akuntansi:
-          Pendapatan dan beban harus ditandingkan menurut dasar akrual
-          Pos aktiva dan kewajiban secara terpisah dalam setiap kategori aktiva dan kewajiban dinilai secara terpisah.
-          Prinsip konservatisme diterapkan
-          Penerapan kebijakan akuntansi yang konsisten dari tahun ke tahun diwajibkan.
-          Prinsip kelangsungan usaha diterapkan untuk perusahaan yang menggunakan akuntansi.
            Penetapan standar akuntansi di Inggris berkembang dari rekomendasi atas prinsip akuntansi (yang dikeluarkan oleh institute akuntan Berizin Resmi di Inggris dan Wales) HINGGA PEMBENTUKAN Komite Pengarah Standar Akuntansi (Accounting Standards Steering Committee) pada tahun 1970, yang kemudian dinamakan sebagai Komite Standar Akuntansi (Acoounting Standards Committee – ASC). ASC mengeluarkan Pernyataan Praktik Akuntansi Standar (Statements on Standard Acoounting Pratice – SSAP).
e.       Sistem akuntansi kauangan Republik Ceko
            Republic Ceko (RC) berlokasi di Eropa Tengah yang berbatasan dengan Jerman di sebelah barat dan barat daya, Austria di selatan, Republik Slowakia di timur dan Polandia di utara. Akuntansi di Republika Ceko telah berubah arah selama beberapa kali pada abad ke-20, yang mencerminkan sejarah politiknya. Akuntansi di Republik Ceko dipengaruhi oleh hukum Komersial, Undang-Undang Akuntansi dan keputusan Kementrian Keuangan.

3.      Benua Asia
a.       Sistem akuntansi di Jepang
            Pembukuan dan laporan keuangan Jepang menggambarkan adanya percampuran dari pengaruh domestic dan internasional. Dua agensi pemerintahan yang terpisah memiliki tanggung jawab regulasi akuntansi dan terdapat pengaruh yang lebih jauh lagi dari undang-undang pajak penghasilan perusahaan Jepang. Pada setengah awal abad ke-20, pemikiran akuntansi merupakan refleksi adanya pengaruh Jerman, sisa abad selanjutnya adalah pemikiran AS. Pada 2001 terjadi perubahan yang besar dengan pembentukan organisasi organisasi pengaturan standarisasi akuntansi sektor swasta.
            Pemerintah nasional memiliki pengaruh yang signifikan terhadap akuntansi Jepang. Regulasi akuntansi berdasarkan pada tiga badan hukum undang-undang perusahaan, undang-undang pajak penghasilan perusahaan. Ketiga badan hukum tesebut saling berhubungan dan berinteraksi satu sama lain. Praktisi terkemuka Jepang menggambarkan situasi tersebut sebagai “sistem legal triangular”. Japanese institute of Certified Publik Accountants (JICPA) merupakan organisasi profesional dari CPAs di jepang. Sebagai tambahan untuk memberikan panduan mengenai pelaksanaan audit, JICPA mengeluarkan panduan mengenai permaslahan akuntansi, serta menyediakan input bagi ASBJ dalam mengembangkan standardisasi akuntansi. Standardisasi proses audit yang berlaku umum dikeluarkan oleh BAC daripada JICPA. Certified Public Accountant and Auditing Oversight Board dibentuk pada tahun 2003. Agensi pemerintah, didesain untuk mengawasi dan mengontrol auditor serta meningkatkan kualitas audit di jepang. Hal ini dicantumkan dalam FSA pada tahun 2004.

b.      Sistem Akuntansi Keuangan di India
 India berada di belahan benua Asia Selatan, dengan Pakistan di sebelah barat, Cina, Nepal dan Bhutan di sebelah utara, dan Bangladesh sebelah timur. Dari tahun 1947 sampai akhir 1970-an, ekonomi India digolongkan dengan bergaya program sosial pemerintah terpusat dan industry pengganti barang impor. Dua sumber utama standar akuntansi keuangan di India adalah lembaga hukum dan profesi akuntansi. Penetapan lembaga pertama diatur dalam undang-undang tahu 1857, dan hukum pertama berhubungan dengan pemeliharaan dan pemeriksaan catatan akuntansi yang telah dilaksanakan tahun 1866, bersama dengan kualifikasi resmi auditor pertama. Keduanya belandasan hukum inggris. Pelaporan keuangan ditujukan pada saat presantasi wajar dan ada profesi akuntansi independen yang mengatur standar akuntansi dan proses audit.

c.       Sistem akuntansi keuangan di China
            Karakteristik utama akuntansi di Cina saat ini berasal dari pendirian Republic Rakyat Cina pada tahun 1949. Cina menerapkan suatu perekonomian terencana yang sangat terpusat, yang mencerminkan prinsip-prinsip Marxisme dan pola-pola yang dianut Uni Soviet dimana Negara mengendalikan hak untuk menggunakan dan distribusi seluruh alat produksi dan memberlakukan perencanaan dan kendali yang kaku atas perekonomian. Pada Akhir tahun 1970-an, para pemimpin Cina mulai untuk Mengubah ekonomi mulai dari perencanaan pusat bergaya soviet menjadi lebih berorientasi pasar tetapi masih berada di bawah kendali partai komunis. Akuntansi di Cina memiliki Sejarah yang Panjang. Berfungsinya akuntansi dalam hal pertanggung jawaban dapat dilacak jauh ke belakang hingga tahun 2200 SM selama Dinasti Hsiu dan sejumlah dokumen menunjukkan bahwa akuntansi digunakan untuk mengukur kekayaaan dan membandingkan pencapaian di kalangan bangsawan dan Putri-Putri pada dinasti Xia (tahun 2000-1500 SM). Konfusius Muda ( 551-479 SM ) dulunya pernah menjadi seorang manajer gudang dan tulisanya menebutkan bahwa pekerjaannya meliputi akuntansi yang seharusnya – membuat catatan penerimaan dan pengeluaran setiap harinya.
            Pada Akhir tahun 1970-an, para pemimpin Cina mulai untuk Mengubah ekonomi mulai dari perencanaan pusat bergaya soviet menjadi lebih berorientasi pasar tetapi masih berada di bawah kendali partai komunis. Akuntansi di Cina memiliki Sejarah yang Panjang. Berfungsinya akuntansi dalam hal pertanggung jawaban dapat dilacak jauh ke belakang hingga tahun 2200 SM selama Dinasti Hsiu dan sejumlah dokumen menunjukkan bahwa akuntansi digunakan untuk mengukur kekayaaan dan membandingkan pencapaian di kalangan bangsawan dan Putri-Putri pada dinasti Xia (tahun 2000-1500 SM). Konfusius Muda ( 551-479 SM ) dulunya pernah menjadi seorang manajer gudang dan tulisanya menebutkan bahwa pekerjaannya meliputi akuntansi yang seharusnya – membuat catatan penerimaan dan pengeluaran setiap harinya.

d.      Sistem Akuntansi Keuangan di Indonesia
Sistem akuntansi di Indonesia menggunakan prinsip – prinsip akuntansi berterima (yang berlaku) umum atau istilahnya PABU yang disusun oleh IAI (Ikatan Akuntansi Indonesia) yang terbit dalam bentuk buku bernama SAK (Standar Akuntansi Keuangan). Dahulu sebelum SAK,  dikenal PAI (Prinsip-prinsip Akuntansi Indonesia). Di dunia ada banyak sistem akuntansi yang berbeda-beda. Saaat ini sistem akuntansi di Indonesia mengacu pada standar akuntansi Amerika atau GAAP (Generally Accepted Accounting Principles) yang disusun oleh FSAB (Financial & Accounting Standards Board) yang terbit dalam bentuk buku bernama SFAS(Statements of Financial and Accounting Standards). Beberapa tahun yang lalu, sebelum akuntansi kita mengacu pada akuntansi Amerika, Indonesia menerapkan sistem pembukuan Belanda yang dikenal dengan istilah tata buku (book keeping). Dengan adanya standar yang berbeda – beda maka dirasa perlu munculnya akuntansi internasional yang diharapkan mampu mengatasi perbedaan akuntansi yang ada di banyak negara.

e.       Sistem akuntansi keuangan di Thailand
   Satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak mengalami kolonisasi. Sistem akuntansi yang berlaku menunjukkan nilai transparansi dan informasi yang dibutuhkan investor seperti pada negara-negara Anglo-Amerika. Standar akuntansi di Thailand diterbitkan oleh Institut of Certified Accountants and Auditors of Thailand (ICAAT) yang didirikan tahun 1948. Namun harus mendapat persetujuan menteri perdagangan sebelum perusahaan diwajibkan memakainya. Sampai saat ini, ICAAT telah mengadopsi 21 dari standar IAS. Thailand SEC mewajibkan seluruh perusahaan yang tercatat di bursa Thailand untuk diaudit oleh Akuntan Publik.

Referensi:
-          Perbandingan akuntansi internasional asia dan eropa, Akuntansi Internasional, Data Catatan Study.
-          Natalia titiek wiyani, S.Pd. Standarisasi, Harmonisasi dan Konvergensi IFRS (International Finance Reporting Standards and  Practices). (Diakses pada,24 maret 2016. 15:38)
-          Intenational Accounting, buku 1 edisi 5, Frederick D.S.Choi dan Gary K.Meek, 2006. Salemba empat

Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Mengetahui Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional
                        Nama               : F. Rianawati
                        Dosen              : Jessica B, S.E., Mmsi.

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar