Jumat, 06 Mei 2016

Tugas Softskill Akuntansi Internasional

Manajemen Risiko Keuangan

Hal Mendasar
Tujuan utama manajemen risiko keuangan adalah untuk menimbulkan potensi kerugian yang timbul dari perubahan tak terduga dalam harga mata uang, kredit,komoditas, dan ekuitas. Risiko volatilitas harga yang dihadapi ini dikenal sebagai risiko pasar. Sebagai contoh, sebuah perusahaan di Swedia yang menerbitkan saham baru bagi investor domestik mungkin memandang risiko pasar sebagai eksposur terhadap kenaikan saham. Kenaikan harga saham yang tidak terduga tersebut tidak diinginkan jika perusahaan penerbit saham semestinya dapat mengeluarkan jumlah lembar saham yang lebih sedikit untuk memperoleh jumlah uang tunai yang sama dengan cara menunda penerbitan saham selama beberapa saat.

Peranan Akuntansi
Akuntan manajemen memainkan peranan yang penting dalam proses risiko manajemen. Mereka membantu dalam mengidentifikasikan eksposur pasar, mengkuantisifisikasi keseimbangan yang terkait dengan strategi respons risiko alternatif, mengukur potensi yang dihadapi perusahaan terhadap risiko tertentu, mencatat produk lindung nilai tertentu dan mengevaluasi efektivitas program lindung nilai.

Manajemen Risiko di Dunia dengan Kurs Mengambang
Banyak pergerakan harga yang telah dibahas sebelumnya saling berkaitan satu sama lain. Di bab ini, analisis yang dilakukan dibatasi pada potensi risiko harga tertentu yaitu : perubahan kurs valuta asing. Risiko kurs valuta asing (valas) adalah salah satu bentuk risiko yang paling umum dan akan dihadapi oleh perusahaan multinasional. Selain itu, konsep manajemen risiko suku bunga, harga komoditas, dan harga ekuitas.
Dalam dunia kurs mengambang, manajemen risiko mencakup (1) antisipasi pergerakan kurs, (2) pengukuran risiko kurs valuta asing yang dihadapi perusahaan, (3) perancangan strategi perlindungan yang memadai, dan (4) pembuatan pengendalian manajemen risiko internal. Semua ini akan dibahas berikut ini

·         Peramalan atas Perubahan Kurs
Dalam mengembangkan program manajemen risiko nilai tukar, manajer keuangan harus memiliki informasi mengenai kemungkinan arah, waktu, dan magnitudo perubahan kurs. Karena menyadari prospek kurs sebelumnya, manajer keuangan dapat menyusun ukuran-ukuran defensif memadai dengan lebih efisien dan efektif. Namun demikian apakah mungkin untuk memprediksi pergerakan mata uang dengan akurat tetaplah sebuah masalah.
Informasi yang sering kali digunakan dalam membuat peramalan kurs (yaitu depresiasi mata uang) berkaitan dengan perubahan dalam faktor-faktor berikut ini :
1)      Perbedaan inflasi (inflation differential). Bukti menunjukkan bahwa laju inflasi yang lebih tinggi di suatu negara, cenderung akan diimbangi dalam beberapa waktu dengan pergerakan dengan nilai yang setara tetapi berlawanan dalam nilai mata uangnya.
2)      Kebijakan moneter (monetery policy). Suatu peningkatan dalam pasokan uang suatu negara yang melebihi laju pertumbuhan riil hasil keluaran nasional mendorong timbulnya inflasi, yang memengauhi kurs.
3)      Neraca perdagangan (balance of trade). Pemerintah sering kali memanfaatkan devaluasi mata uang untuk menyelesaikan neraca perdagangan yang tidak menguntungkan (yaitu apabila ekspor <impor).
4)      Neraca pembayaran (balance of payment). Suatu negara yang menghabiskan (mengimpor) dan berinvestasi lebih banyak di luar dari pada yang dihasilkan atau diterimanya dalam bentuk investasi luar negeri akan mengalami tekanan penurunan nilai mata uangnya.
5)      Cadangan moneter dan kapasitas utang luar negeri. Suatu negara yang mengalami defisit neraca pembayaran terus menerus dapat mengantisipasi terjadinya devaluasi dengan menurunakan tabungan (yaitu jumlah cadangan moneter internasional) atau menurunkan kapasitas pinjaman luar negerinya.Karena jumlah sumber daya ini menurun , kemungkinan terjadinya devaluasi meningkat.
6)      Anggaran nasional. Defisit yang disebabkan oleh pengeluaran pemerintah yang sangat besar juga memperburuk inflasi.
7)      Kurs forward. Suatu mata uang asing yang dapat diperoleh untuk penyerahan di masa depan dengan tingkat diskonto yang signifikan menandakan berkurangnya kepercayaan terhadap mata uang tersebut.
8)      Kurs tidak resmi. Peningkatan dalam selisih antara kurs resmi dan tidak resmi atau kurs pasar gelap menunjukkan tekanan yang makin meningkat terhadap pemerintah untuk menyesuaikan kurs resminya dengan kurs pasar yang lebih realistik.
9)      Perbedaan suku bunga. Perbedaan suku bunga antara dua negara menunjukkan prediksi perubahan dalam kurs spot pada masa mendatang.
10)  Harga opsi ekuitas luar negeri. Karena arbitrase mengaitkan suatu harga ekuitas luar negeri di negara asal dengan nilai mata uang domestik, perubahan dalam harga opsi suatu ekuitas asing dalam mata uang domestik menandakan perubahan dalam ekspetasi pasar terhadap kurs valuta asing di masa depan.
Manajemen Potensi Risiko
Menyusun struktur permasalah perusahaan untuk meminimalkan pengaruh buruk kurs memerlukan informasi mengenai potensi terhadap risiko valas yang dihadapi. Potensi terhadap risiko valas timbul apabila perusahaan kurs valas juga mengubah nilai aktiva bersih, laba dan arus kas suatu perusahaan. Pengukuran akuntansi tradisional terhadap potensi risiko valas ini berpusat pada dua jenis potensi risiko : translasi dan transaksi.

·         Potensi Risiko Translasi
Potensi risiko translasi mengukur pengaruh perubahan kurs valas terhadap nilai ekuivalen mata uang domestik atas aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing yang dimiliki oleh perusahaan. Sebagai contoh, sebuah induk perusahaan AS yang mengoperasikan anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya di Ekuador (dengan mata uang fungsional dolar AS) mengalami perubahan nilai dolar atas aktiva moneter bersih di Ekuador jika nilai tukar sucre Ekuador mengalami perubahan relatif terhadap dolar. Karena jumlah dalam mata uang asing umumnya ditranslasikan ke dalam nilai ekuivalen mata uang domestik untuk tujuan pengawasan manajemen atau pelaporan keuangan eksternal. Pengaruh translasi ini menimbulkan dampak langsung terhadap laba yang dilaporkan. Aktiva atau kewajiban mata uang asing menghadapi potensi risiko kurs jika suatu perubahan dalam kurs menyebabkan nilai ekuivalen dalam mata uang induk perusahaan berubah.

·         Potensi Risiko Transaksi
Potensi risiko transaksi. Potensi risiko transaksi berkaitan dengan keuntungan dan kerugian nilai tukar valuta asing yang timbul dari penyelesaian transaksi yang ber denominasi dalam mata uang asing. Tidak seperti keuntungan dan kerugian translasi, keuntungan dan kerugian transaksi memiliki dampak langsung terhadap arus kas.
Laporan potensi risiko transaksi multi mata uang untuk anak perusahaan Filipina disajikan dalam tampilan 11-8. Laporan ini berisi pos pos yang umumnya tidak muncul dalam laporan keuangan konvesional tetapi menimbulkan keuntungan dan kerugian transaksi, seperti kontrak forward mata uang asing, komitmen pembelian dan penjualan masa depan dan sewa guna usaha jangka panjang. Laporan potensi risiko ini tidak memasukkan pos-pos yang tidak secara langsung berkaitan dengan transaksi mata uang asing (seperti kas ditangan).

Strategi Perlindungan
Sekali potensi risiko kurs yang dihadapi dapat diidentifikasikan, langkah berikutnya adalah merancang strategi lindung nilai untuk meminimalkan atau menghilangkan potensi risiko tersebut. Strategi ini mencakup lindung nilai neraca, operasional, dan kontraktual.
·         Lindung Nilai Neraca. Lindung nilai neraca dapat mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan dengan menyesuaikan tingkatan dan nilai denominasi moneter aktiva dan kewajiban perusahaan yang terpapar. Sebagai contoh, saldo kas yang meningkat dalam mata uang asing dapat mengimbangi penurunan tingkat suku bunga dan pendapatan yang berasal dari instrumen berpendapatan tetap di pasar lokal. Pada tampilan 11-6, lindung nilai secara natural terhadap potensi risiko positif sebesar $115 juta dapat meningkatkan pinjaman anak perusahaan Fillipina dalam peso sebesar $115 juta. Dalam kasus ini, jumlah kas yang dipinjam harus dikembalikan kepada induk perusahaan atau diinvestasikan pada aktiva yang tidak terpapar, karena apabila tidak posisi aktiva terpapar bersih tidak akan berubah. Metode lindung nilai potensi risiko perusahaan positif lainnya dalam sebuah anak perusahaan yang berlokasi di negara yang rentan terhadap devaluasi meliputi :
1.      Mempertahankan saldo kas dalam mata uang lokal sebesar tingkat minimum yang diperlukan untuk mendukung operasi yang berjalan.
2.      Mengembalikan laba yang di atas jumlah yang diperlukan untuk ekspansi modal kepada induk perusahaan.
3.      Mempercepat penerimaan dari piutang dagang yang beredar dalam mata uang lokal.
4.      Menunda pembayaran utang dalam mata uang lokal.
5.      Mempercepat pembayaran utang dalam mata uang asing
6.      Mengiventasikan kelebihan utang tunai ke dalam persediaan dan aktiva lainnya dalam mata uang lokal yang tidak terlalu terpengaruh oleh kerugian devaluasi
7.      Beriventasi dalam aktiva di luar negeri dengan mata uang yang kuat.
·         Lindung Nilai Operasional. Bentuk perlindungan risiko ini berfokus pada variabel-variabel yang memengaruhi pendapatan dan beban dalam mata uang asing. Melalui peningkatan harga jual (untuk penjualan yang ditagih dalam mata uang yang rentan terhadap devaluasi) secara proposional terhadap perkiraan depresiasi mata uang ini akan membantu perlindungan target margin kotor. Salah satu variasi atas hal ini adalah dengan menagih penjualan dalam mata uang keras. Pengendalian biaya yang lebih ketat memungkinkan margin keselamatan yang lebih besar terhadap potensi kerugian mata uang. Contoh terakhir misalnya lindung nilai struktural, lindung ini mencakup relokasi tempat manufaktur untuk mengurangi potensi risiko yang dihadapi perusahaan atau mengubah negara yang menjadi sumber bahan mentah atau komponen manufaktur.
Lindung nilai neraca dan operasional bukannya tanpa biaya. Anak perusahaan luar negeri yang berada di negara yang rentan terhadap devaluasi sering kali didesak untuk meminimalkan saldo modal kerja mereka yang ada dalam mata uang lokal (khususnya kas dan piutang), dan secara bersamaan meningkatkan saldo utang dalam mata uang lokal. Sayangnya tindakan seperti itu sering kali tidak menguntungkan. Kenaikan potensi ekspor yang berasal dari devaluasi mungkin memerlukan lebih banyak modal kerja dan bukan lebih sedikit. Biaya peluang berupa hilangnya penjualan dapat jauh melebihi kerugian translasi. Juga, pinjaman dalam mata uang lokal sebelum devaluasi mungkin saja sangat mahal. Anak perusahaan asing lainnya umumnya memiliki ide yang serupa pada saat yang bersamaan dan akibatnya sistem perbankan lokal dapat memenuhi permintaan seperti itu hanya dengan  biaya yang sangat mahal. Lagi pula, kredit bank selama periode tersebut biasanya sangat jarang diperoleh karena kebanyakan negara menerapkan pembatasan kredit yang sangat ketat untuk mengatasi masalah yang menyebabkan tekanan devaluasi pada tempat yang pertama. Biaya pinjaman dalam kondisi seperti ini sering kali melebihi perlindungan yang ada.
·         Lindung Nilai Kontraktual. Berbagai instrumen lindung nilai kontraktual telah dikembankan untuk memberikan fleksibilitas yang lebih besar kepada para manajer dalam mengelola potensi risiko valuta asing yang dihadapi. Kebanyakan instrumen keuangan ini adalah derivatif dan bukan merupakan instrumen dasar. Instrumen keuangan dasar, seperti perjanjian pembelian kembali (piutang), obligasi, dan modal saham, memenuhi definisi akuntansi konvensional untuk aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemilik. Instrumen derivatif merupakan perjanjian kontraktual yang memberikan hak atau kewajiban khusus dan memperoleh nilainya dari instrumen keuangan atau komoditas lainnya. Banyak di antaranya didasarkan pada peristiwa yang bersifat kontijensi. Akibatnya, kebanyakan tidak memiliki lagi karakteristik yang sama dengan instrumen yang menjadi dasarnya. Sebagai contoh adalah swap berbasis mata uang lintas negara dengan pokok senilai $100 juta. Di sini produk derivatif merupakan janji untuk mempertukarkan perbedaan pembayaran bunga yang timbul, tetapi berdiri secara independen, dari jumlah pokok atau nominal suatu pinjaman terkait yang menjadi dasar kontrak itu. Jika suku bunga mengambang lebih besar dari suku bunga tetap, salah satu pihak akan berutang kepada pihak lain perbedaan antara dua jenis suku bunga itu. Besarnya jumlah yang terutang akan bergantung pada pergerakan suku bunga. Pasar untuk derivatif merupakan pasar perdagangan global selama 24 jam yang umumnya terdiri dari kalangan perbankan. Penjual derivatif di seluruh dunia terkoneksi melalui sistem elektronik dan telekomunikasi yang sangat rumit dan canggih      

Akuntansi untuk Produk Lindung Nilai
            Produk lindung nilai kontraktual merupakan kontrak atau instrument keuangan yang memungkinkan penggunaannya untuk meminimalkan, menghilangkan, atau paling tidak mengalihkan resiko pasar pada pundak pihak lain. Produk ini mencakup antara lain kontrak forward, future, swap, opsi dan gabungan dari ketiganya, tetapi tidak terbatas hanya pada keempat hal ini. Sementara banyak dari instrument derivative ini telah menjadi semakin paling dasar atau sederhana dari instrument ini.
            Perlakuan akuntansi untuk derivative keuangan yang telah diterima sevar internasional adalah menetapkan nilai produk menurut pasar dengan timbul keuntungan atau kerugin yang diakui sebagai bagian dari laba nonoperasi. Setidaknya di Amerika Serikat, terdapat pengecualian mencakup hal hal berikut:
1.      Pos-pos yang sedang dilindung nilai menimbulkan resiko pasar yang harus dihadapi perusahaan
2.      Perusahaan mendeskripsikan strategi lindung nilai
3.      Perusahaan menentukan instrument yang akan digunakan untuk lindung nilai
4.      Perusahaan mencatat alasannya mengapa lindung nilai yang dilakukan kemungkinan besar akan efektif dilakukan.
           
            Jika kriteria yang memadai tersebut dapat dipenuhi, maka perusahaan dapat menggunakan keuntungan atau kerugian yang diakui dari penilaian produk lindung nilai terhadap nilai pasar utnuk menghapuskan keuntungan atau kerugian dari transaksi yang dilindungi nilai (sebagai contoh penjualan atau pembelian).

Kontrak Forward Valas
            Sejumlah importir dan eksportir secara umum menggunakan kontrak forward valuta asing apabila barang yang ditagihkan dalam mata uang asing itu dibeli dari atau dijual kepada pihak asing. Kontrak forward mengimbangi resiko keuntungan atau kerugian transaksi karena kurs berfluktuasi diantara tanggal transaksi dan tanggal penyelesaian. Kontrak forward juga melindungi nilai antisipasi utang atau piutang dalam mata uang asing dan dapat digunakan untuk berspekulasi dalam mata uang asing. Disisi lain kontrak forward ini lebih fleksibel dalam jumlah dan durasi.
            Kontrak forward valuta erupakan perjanjian untuk mengirimkan atau menerima jumlah mata uang tertentu yang dipertukarkan dengan mata uang domestic, pada suatu tanggal di masa mendatang, berdasarkan kurs tetap yang disebut sebagai kurs forward. Perbedaan antara kurs forward dan kurs spot yang berlaku pada tanggal kontrak forward menimbulkan adanya premium (apabila kurs forward > kurs spot) atau diskon (kurs forward < kurs spot). Tingkat premium dan diskon yang dikalikan dengan jumlah mata uang asing yang akan diterima atau jumlah nominal kontrak yang akan diserahkan menghasilkan premium atau diskonto atas kontrak forward.

Future Keuangan
            Suatu kontrak future keuangan memiliki sifat yang mirip dengan kontrak forward. Seperti halnya forward, future merupakan komitmen utuk membeli atau menyerahkan sejumlah mata uang asing pada suatu tanggal tertentu di masa depan dengan harga yang sudah ditentukan. Atau dengan cara lain, future juga digunkana untuk penyelesaian tunai selain penyerahan, dan dapat dibatalkan sebelum pengiriman dengan melakukan kontrak penyeimbang untuk instrument keuangan yang sama.
            Berkebalikan dari kontrak forward, perjanjian future merupakan kontrak dalam bentuk standar, yang berisi provisi standar terkait dengan ukuran dan tanggal pengiriman, dan diperdagangkan pada sebuah bursa terorganisir, diniliai berdasarkan nilai pasar pada akhir tia-tiap hari dan arus memenuhi ketentuan margin periodik. Kerugian atas atas future ini menimbulkan penambahan margin (margin call) sedangkan keuntungan menimbulkan pembayaran tunai.
          Para bendaharawan perusahaan umumnya menggunakan kontrak future untuk megalihkan resiko perubahan harga kepada pihak lain. Kontrak ini juga dapat digunkan untuk berspekulasi dalam antisipasi pergerakan harga dan untuk memanfaatkan animali jangka pendek dalam penetapan harga kontrak future.

Opsi mata uang
            Opsi mata uang memberikan hak kepada pembeli untuk membeli (call) atau menjual (put) suatu mata uang dari pihak penjual (pembuat) berdasarkan harga (eksekusi) tertentu pada atau sebelum tanggal kadaluarsa (eksekusi) yang telah ditentukan. Opsi jenis Eropa hanya dapat di eksekusi pada tanggal kadaluarsa. Opsi jenis Amerika dapat dieksekusi kapan saja hingga tanggal kadaluarsa. Pembeli opsi call membayar premium untuk opsi dan manfaatnya jika harga aktifa yang mendasari lebih tinggi daripada harga eksekusi pada saat jatuh tempo; pembeli opsi put memperoleh manfaat jika harga menurun dibawah harga eksekusi saat tanggal kadaluarsa. Opsi mata uang juga dapat digunakan untuk mengelola laba.
            Straddle merupakan penjualan call dan put dalam termin yang sama. Disini pembuat opsi melakukan pertaruhan bahwa kurs tidak akan berubah banyak selama masa opsi. Pembuat opsi memperoleh pendapatan dari premium yang diterima dari pembuatan opsi. Namun demikian, ini merupakan strategi yang beresiko tinggi. Jika kurs berubah dalam jumlah yang cukup sehingga menyebabkan satu atau kedua opsi tadi dieksekusi, maka potensi kerugian pembuat opsi menjadi tidak terbatas.

Swap Mata Uang
              Swap mata uang mencakup pertukaran saat ini dan dimasa depan atas dua mata uang yang berbeda berdasarkan kurs yang telah di tentukan sebelumnya. Swap mata uang memungkinkan perusahaan untuk mendapatkan akses terhadap pasar modal yang sebelum tidak dapat diakses dengan biaya yang relative rendah. Swap ini juga memungkinkan perusahaan untuk melakukan lindung nilai terhadap resiko kurs yang timbul dari kegiatan usaha internasional. Sebagai contoh, misalkan Alpha Corporation (sebuah perusahaan multinasional di AS) bermaksud untuk mendapatkan pinjamin berbunga tetap sebesar $10.000.000 dalam pound Inggris untuk mendanai sebuah perusahaan afiliasi barunya di London. Alpha relative tidak dikenal di kalangan investor inggris. 

Perlakuan Akuntansi
            FASB menerbitkan FAS No. 133, yang diklarifikasi melalui FAS 149 pada bulan April 2003, untuk memberikan pendekatan tunggal yang komprehensif atas akuntansi untuk transaksi derivative dan lindung nilai. IFRS (dahulu IAS) NO.39, yang baru saja direvisi, berisi panduan yang untuk pertama kalinya memberikan tuntunan yang universal terhadap akuntansi untuk derivative keuangan. Ameskipun kedua standar ini meiliki nada yang sama, terdapat perbedaan diantara keduanya dalam hal banyaknya detail tuntunan implementasi.
            Sebelum kedua standar ini dibuat, standar akuntansi global untuk produk derivative tidak lengkap, tidak konsisten dan dikembangkan secara bertahap. Situasi penuh kehati-hatian dirasakan oleh para pembaca laporan keuangan yang berupa untuk mengukur volume dan resiko penggunaan derivative. Provisi dasar standar ini adalah:
a.       Seluruh intrumen derivative dicatat pada neraca sebagai aktiva dan kewajiban. Instrument derivative dicatat sebesar nilai wajarnya, termasuk yan melekat pada kontrak utama yang tidak dicatat sebesar nilai wajarnya.
b.      Keuntunga dna kerugian dari perubahan dalam nilai wajar instrument derivative bukanlah aktiva atau kewajiban. Secara otomatis, keduanya diakui sebagai laba jika direncanakan sebagai lindung nilai. Terdapat tiga jenis hubungan lindung nilai yanghendak diakui , diukur, dan diungkapkan : lindung nilai wajar yang mencakup aktiva dan kewajiban dalam mata uang asing yang diakui dan komitmen perusahaan dalam mata uang asing, lindung nilai investasi bersih dalam operasi luar negeri (NI) dan lindung nilai arus kas yang mencakup transaksi berdenominasi valas yang diperkirakan akan terjadi.
c.       Lindung nilai haruslah sangat efektif agar layak mendapatkan perlakuan akuntansi khusus, yaitu keuntungan atau kerugian atas instrument lindung nilai secara tepat harus mengimbangi keuntungan atau kerugian sesuatu yang dilindungi nilai.
d.      Hubungan lindung nilai atas aktiva atau kewajiban dalam mata uang asing yang diakui dan komitmen perusahaan dalam mata uang asing yang belum diakui, keuntungan atau kerugian yan timbul dari perubahan nilai wajar instrument derivative dimasukkan segera sebagai laba. Perubahan dalam nilai aktiva, kewajiban atau komitmen perusahaan dalam mata uang asing yang sedang dilindung nilai juga diakui dalam laba kini.
e.       Keuntungan atau kerugian dari Investasi bersih dalam mata uang asing pada awalnya dicatat dalam laba komprehensif lainnnya. Selanjutnya, direklasifikasikan ke dalam laba berjalan jika anak perusahaan tersebut dijual atau dilikuidasi.
f.       Keuntungan atau kerugian dari lindung nilai terhadap arus kas masa depan yang belum pasti, seperti perkiraan penjualan ekspor, pada awalnya diakui sebagai bagian dari laba diperkirakan terjadi itu memengaruhi laba.

Isu Praktik
            Meskipun aturan penuntun yang dikeluarkan oleh FASB dan IASB telah banyak mengklarifikasi pengakuran dan pengukuran derivative, masih saja terdapat beberapa masalah. Yang pertama berkaitan dengan penentuan nilai wajar . Wallace menyebutkan terdapat 64 kemungkinan perhitungan untuk mwngukur perubahan dalam nilai wajar resiko yang seang dilindung nlai; nilai pasar wajar, penggunn kurs spot nilai tukar ke-kurs spot lainnya, penggunaan kurs forward nilai tukar ke kurs forward nilai tukar lainnya, dan penggunaan model penentuan harga opsi. Terdapat banyak cara untuk menghitung perubahan dalam nilai investasi lindung nilai. Akhirnya, perhitungan ini dapat dilakukan baik sebelum atau sesudah pajak. Kompleksitas pelaporan keuangan juga semakin meningkat jika lindung nilai dianggap tidak “ sangat efektif” untuk mengimbangi resiko valas. Namun demikian istilah sangat efektif ini merupakan sesuatu yang subjektif. FASB merekomendasikan kisaran sebesar 80-120%. Jika hubungan ini tidak terpenuhi lindung nilai  dihentikan dan keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan sebelumnya diakui dalam laba berjalan. Pada gilirannya, ini akan memunculkan kembali volatilitas yang tidak diinginkanke dalam arus laba yang dilaporkan perusahaan. Sebenarnya, lindung nilai yang sangat efektif tidak akan mampu menghilangkan seluruh pengaruh perubahan valas terhadap laba. Berikutnya ada beberapa perlakuan akuntansi tertentu untuk kontrak forward  yang digunakan sebagai tampila lindung nilai:
-  LINDUNG NILAI ATAS AKTIVA, KEWAJIBAN YANG DIAKUI ATAU KOMITMEN PERUSAHAAN YANG BELUM DIAKUI
-          LINDUNG NILAI INVESTASI BERSIH DALAM OPERASI LUAR NEGERI
                 Kapan saja sebuha anak perusahaan luar negeri yang memiliki posisi aktiva bersih terpapar jika nilai mata uang asing mengalami penurunan relative terhadap mata uang induk perusahaan. Salah satu cara untuk meminimalkan kerugian ini adalah dengan membeli kontrak forward. Strategi ini berarti menggunakan keuntungan transaksi yang direalisasikan dari kontrak forward unutk mengimbangi kerugian translasi.
-          BERSPEKULASI DALAM MATA UANG ASING
            Terdapat peluang untuk meningkatkan laba dilaporkan dengan menggunakan kontrak forward dan opsi dalam pasar valas. Perlakuan akutansi untuk instrument mata uang asing lainnya yang dibahas adalah mirip dengan perlakuan untuk kontrak forward. Perlakuan akuntansi didasarkan pada sifat aktivitas lindung nilai; yaitu apakah derivative melndungi nilai komitmen perusahaan, transaksi yang akan terjadi, investasi bersih pada operasi luar negeri, dan sebagainya. Kesulitan dalam pengukuran nilai wajar dan perubahan dalam nilai instrument lindung nilai terjadi apabila derivative keuangan tidak diperdagangkan secara aktif.
·         Pengungkapan
          Sebelum dikeluarkan standar seperti FAS 133 dan IAS 39, pengungkapan keuangan perusahaan tidak memberi tahu kepada pembaca apakah atau sejauh mana manajemen telah mengggunakan kontrak derivative. Melakukan analisis atas pengaruh potensial kontrak derivative terhadap kinerja yang dilaporkan dan terhadap karakteristik risik suatu perusahaan merupakan hal yang sukar dilakukan. Pengungkapan itu antara lain:
a.       Tujuan dan startegi manajemen resiko untuk melakukan transaksi lindung nilai
b.      Deskripsi pos-pos yang dilindungi nilai
c.       Identifikasi resiko pasar dari pos-pos yang dilindungi nilai
d.      Deskripsi mengenai instrument lindung nilai
e.       Jumlah yang tidak dimasukkan dala penilaian efektivitas lindung nilai
f.       Justifikasi awal (apriori) bahwa hubungan lindung nilai tersebut akan sangat efektif untuk meminimalkan  resiko pasar
g.      Penilaian berjalan mengenai efektivitas lindung nilai actual dari seluruh derivative yang digunakan selama periode berjalan
·         Kendali keuangan
            Setiap strategi manajemn resiko keuangan harus mengevaluasi efektifitas program lindung nilai. Umpan balik dari sistem evaluasi yang berjalan akan membantu untuk menyusun pengalaman kelembagaan dalam praktik manajemen resiko. Penilaian kinerja program manajemen resiko juga memberikan informasi mengenai kapan strategi yang ada sudah tidak lagi tepat utnuk dilakukan.
·         Poin – poin Pengendalian Keuangan
            Sistem evaluasi kinerja terbukti bermanfaat dalam berbagai sektor. Setor ini mencakup, tetapi tidak terbatas pada, bagian treasuri perusahaan, pembelian dan anak perusahaan luar negeri. Control terhadap bagian treasuri perusahaan mencakup pengukuran kinerja seluruh program manajemen resiko nilai tukar, mengidentifikasi lindung nilai yang digunakan, dan pelaporan hasil lindung nilai. Sistem evaluasi tersebut juga mencakup dokumentasi atas bagaimana dan sejauh apa bagian treasuri perusahaan membantu unit usaha lainnya dalam organisasi itu.
-          ACUAN YANG TEPAT
            Objek dari manajemen resiko adalah untuk mencapai keseimbangan antara pengurangan resiko dan biaya. Dengan demikian, standar yang tepat yang digunakan untuk menilai kinerja actual merupakan bagian yang diperlukan dalam setiap sistem penilaian kinerja. Acuan ini perlu diperjelas di bagian awal sebelum pembuatan program perlindungan dan harus didasarkan pada konsep biaya kesempatan. Dalam manajemen resiko valuta asing, pertanyaan-pertanyaan berikut ini harus dipertimbangkan ketika hendak memilih sebuah acuan:
a.       Apakah acuan yang tepat mewakili suatu kebijakan yang seharusnya diikuti?
b.      Apakah acuan ini dapat diperjelas di bagian awal?
c.       Apakah acuan ini memberikan strategi dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan alternative lainnya?
       Jika program manajemen resiko valas tersentralisasi, maka acuan yang tepat dapat digunakan untuk mengukur keberhasilan program perlindungan resiko perusahaan merupakan program yang dapat diimplementasikanoleh manajer setempat.
·         Sistem Pelaporan
            Sistem pelaporan resiko keuangan harus dapat merekonsiliasi sitem pelaporan internal dan eksternal. Kegiatan manajemen resiko memiliki orientasi ke depan. Namun demikian, pada akhirnya mereka harus merekonsiliasikan dengan pengukuran potensi resiko dan akun-akun keuangan untuk keperluan pelaporan eksternal. Hal ini umumnya merupakan wilayah kekuasaan departemen kontroler perusahaan. Pendekatan tim merupakan cara yang efektif dalam merumuskan tujuan resiko keuangan, standar kinerja, serta sistem pengawasan dan pelaporan. Manajemen resiko keuangan merupakan contoh utama dimana keuangan perusahaan dan akuntansi sangat berkaitan erat.


Tulisan Ini Adalah Salah Satu Bentuk Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Akuntansi Internasional

Nama   : Anis Septriyani
                 Friska Rianawati
                 Meta Valianda
Dosen  : Jessica Barus, SE., MMSI.

UNIVERSITAS GUNADARMA
FAKULTAS EKONOMI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar